TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Positif

Busthomi
20 February 2019 | 10:05
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bakal kembali mengalami penguatan. Hal ini karena banyak ditopang katalis positif salah satunya rencana Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan mengumumkan suku bunganya.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, mata uang NKRI ini dibuka di level Rp14.064 atau menguat cukup signifikan sebesar 39 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp14.103.

Penguatan di sesi pagi ini diprediksi analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Reny Eka Putri, bakal terus berlanjut. Menurut dia, apresiasi rupiah itu karena mendapat sokongan jelang RDG BI yang digelar hari ini dan besok, 20–21 Februari.

Bank sentral Indonesia tersebut diramal tetap akan menahan suku bunganya, BI 7-Day Repo Rate di tangga yang sama dengan saat ini. “Kami percaya BI masih akan tetap menahan suku bunga acuannya di level 6 persen,” ungkap dia, di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Kebijakan BI ini disebut dia, akan sama dengan sikap bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve yang cenderung dovish atau tak terlalu agresif untuk kembali mengerek suku bunganya. Pihak The Fed sebelumnya, mengaku bakal lebih berhati-hati dalam menaikkan the Fed fund rate di tahun ini.

Lebih lanjut dia menegaskan, selain sentiment domestik, rupiah juga akan tertolong oleh katalis global yang membuat cukup positif. “Hal itu menjadikan mata uang selain USD, seperti yen yang langsung melemah. Sehingga pelaku pasar memburu mata uang emerging market, seperti rupiah,” tandas dia.

Sentimen tersebut datang dari pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda yang tengah mengkaji untuk menambah stimulus untuk menggenjot ekonomi dan inflasi Negeri Sakura itu. Ini akan dilakukan usai yen sebelumnya menguat terhadap USD.

BACA JUGA:   Indef: Gejolak Nilai Tukar Rupiah Sudah Lampu Merah

Dengan kondisi tersebut, Reny memprediksi rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp14.060 hingga Rp 14.135 per USD. Situasi tersebut dianggap akan lebih baik dari hari sebelumnya yang cuma naik tipis 0,03 persen ke level Rp 14.103 per USD. Sedang kurs tengah rupiah BI naik tipis 0,09 persen menjadi Rp 14.119 per USD.

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

IHSG Naik 27,14 Poin

Next Post

Kampus Ini Raih Penghargaan Pameran Terkait Industri 4.0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR