Jakarta, TopBusiness – PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) bertekad untuk terus masif menyalurkan kredit di tahun 2019 ini. Untuk itu, perseroan akan terus mencari dana segar guna menjaga likuiditasnya.
Perseroan sendiri memasang target pengucuran kredit di tahun ini bisa bertumbuh 8 persen. Dan salah satu sumber pendanaannya berasal dari pasar modal dengan menerbitkan surat utang atau obligasi.
“Bayangan kita itu kemungkinan (penerbitan obligasi) di kuartal III atau IV-2019. Dengan nilai penerbitan bligasi senilai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun,” tandas Direktur Keuangan dan Perencanaan BBKP, Rachmat Kaimuddin di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Namun begitu, pihaknya masih mengamati terkait dampak dari pesta demokrasi pemilihan umum dan pemilihan presiden April 2019 nanti.
“Kami masih mempertimbangkan kondisi pasar setelah tanggal 17 April 2019 (Pilpres) nanti,” tandasnya.
Selain penerbitan obligasi, lanjut dia, perseroan juga berencana mengincar pendanaan lain dari pasar modal melalui skema Efek Beragun Aset (EBA). Kemungkinan waktunya bisa bersamaan dengan penerbitan obligasi.
“Untuk EBA dengan jaminan tagihan berkualitas seperti aset agunan berupa KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan kredit konsumen. Dengan target dana Rp1 triliun,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, penerbitan obligasi tersebut dimaksudkan untuk penguatan likuiditas, terutama menjembatani pendanaan dari sumber jangka pendek menjadi lebih panjang. Seperti diketahui, LDR (Loan to Deposit Ratio) per 30 September 2018 mencapai 89%.
“Untuk perbankan biasanya banyak sumber pendanaan jangka pendek, maka obligasi akan memperpanjang maturity sumber dana kita,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
