TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Bisa Menghijau Mengekor Bursa Global

Busthomi
25 February 2019 | 09:03
rubrik: Capital Market
Di Tengah Gejolak Pasar, Katadata Rilis Market Sentiment Index

Ilustrasi saham yang memerah. FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bisa kembali ke teritori positif, usai di akhir pekan lalu bergerak melemah. Kondisi ini salah satunya dipicu oleh sentiment global yang dianggp positif.

Menurut analis pasar modal dari Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, bursa AS telah ditutup menguat pada perdagangan terakhirnya dengan Indeks Dow Jones naik 0,70 persen ke level 26.031. Sementaera Indeks S&P 500 naik 0,64 persen ke posisi 2.792, sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,91 persen ke 7.527.

“Hal itu disebabkan para investor melihat kemajuan pada negosiasi dagang AS dan China dan berharap adanya sinyal positif dalam waktu dekat. Dan batas waktu truce juga kelihatannya mungkin diperpanjang,” ungkap dia di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Sedang dari aspek komoditas, menurut dia, komoditas harga minyak dunia telah menyentuh level tertinggi sejak pertengahan November. Pada akhir perdagangan Jumat (22/2/2019) lalu waktu New York atau Sabtu pagi (23/2/2019) WIB telah meningkat tajam.

“Itu didorong oleh harapan bahwa perundingan perdagangan AS dan China akan segera menghasilkan kesepakatan, meskipun di sisi lain rekor baru pasokan minyak AS membuat kenaikan lebih lanjut tertahan,” paparnya.

Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya melihat laju IHSG berpeluang menguat mengikuti pergerakan bursa global.

“Fokus investor masih menunggu perundingan AS-China dan menunggu kinerja laporan keuangan FY18. Nilai tukar rupiah juga menguat tipis ke Rp 14.058. Sedang pasar EIDO melemah -0.3% dan Indeks Shariah melemah,” jelasnya.

Dengan kondisi pasar yang seperti, saham BBRI dan AGRO masih layak dikoleksi karena baru saja meluncurkan produk pinjaman digital baru, dengan nama Pinang.

BACA JUGA:   Ini Saham dan Reksadana yang Dijagokan di Pekan Ini

Saham-saham sektor perbankan juga masih positif dibeli, apalagi kinerja industri perbankan dari sisi laba telah bertumbuh 14,4% yoy di 2018 lalu.

Semenatra catatan untuk sektor CPO, dianggap masih jalan panjang untuk implementasi B100 di lantai bursa tersebut.

Saham dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga bagus dikoleksi karena baru saja melakukan negosiasi kontrak LNG FSRU Lampung dengan PT PLN (Persero).

Penulis: Tomy

Tags: ihsg
Previous Post

Repsol Temukan Cadangan Gas Terbesar di Sumsel

Next Post

Perundingan Amerika-China Tingkatkan Poin IHSG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR