TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kontribusi Unit Naik, Laba Grup Tunas Ridean Terkerek 18 Persen

Busthomi
27 February 2019 | 13:15
rubrik: Business Info
Kontribusi Unit Naik, Laba Grup Tunas Ridean Terkerek 18 Persen

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja emiten sektor otomotif, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) sepanjang 2018 lumayan positif. Hal ini tercatat dari kenaikan pendapatan dan laba grup yang ditorehkan perseroan sepanjang tahun lalu itu.

Direktur Utama TURI, Rico Setiawan menegaskan, kenaikan laba rup tersebut disebabkan oleh menguatnya kontribusi dari semua unit bisnis, baik itu sektor otomotif, rental, dan pembiayaan konsumen.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, laba grup naik sebesar 18 persen dari Rp475 miliar di akhir 2017 menjadi Rp560,2 miliar secara year on year (yoy). Sedang laba per saham juga naik 18 persen dari Rp85 menjadi Rp100 (yoy).

“Untuk penjualan unit mobil memang turun 6 persen, namun penjualan motor naik 11 persen. Sedang kontribusi dari Mandiri Tunas Finance menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 22 persen,” ujar Rico di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Lebih jauh dia menegaskan, untuk pendapatan bersih grup di tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2018 itu tercatat sebesar Rp13,4 triliun atau naik tipis 4 persen dari tahun sebelumnya. Dengan nilai ekuitas yang diatribusikan kepada pemegang saham naik 13 persen menjadi Rp3,54 triliun dari Rp3,13 triliun (yoy).

Laba grup dari bisnis otomotif naik 23% menjadi Rp297 miliar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya marjin dari perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor.

“Pasar mobil nasional naik 7 persen menjadi 1,2 juta unit, sedangkan penjualan mobil grup turun 6 persen menjadi 48.326 unit dikarenakan intensitas persaingan,” jelas dia.

Sedang untuk pasar motor nasional naik 8% menjadi 6,4 juta unit. Untuk penjualan sepeda motor grup yang terutama berlokasi di Sumatera mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga hasil pertanian yang menyebabkan kenaikan penjualan sebesar 11 persen menjadi 248.857 unit.

BACA JUGA:   Strategi TURI Bertahan di Tengah Pandemi

Sementara untuk kontribusi laba dari bisnis rental naik 5 persen menjadi Rp65,6 miliar. Terutama disebabkan oleh keuntungan yang lebih tinggi dari pelepasan atau penjualan armada, diimbangi dengan kenaikan biaya depresiasi dan pinjaman terkait dengan ekspansi dan penggantian armada.

“Armada rental sedikit meningkat menjadi 8.634 unit per akhir tahun 2018 itu,” ucapnya.

Untuk kinerja Mandiri Tunas Finance, perusahaan asosiasi yang 49 persen sahamnya dimiliki TURI, menyokong kontribusi laba sebesar Rp197,6 miliar, naik 15 persen dari tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari portofolio kredit yang lebih besar. Jumlah pembiayaan baru pun meningkat sebesar 22 persen menjadi Rp27,0 triliun.

“Dengan kondisi tersebut, pandangan perseroan untuk tahun 2019 diperkirakan akan tetap menantang karena persaingan di pasar otomotif yang semakin intensif,” pungkas Rico.

Penulis: Tomy

Tags: tunas ridean
Previous Post

Atasi Defisit, Pemerintah Dorong Industri Substitusi Barang Modal

Next Post

2019, Antam Optimistis Kinerja Operasional Naik Signifikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR