Jakarta, TopBusiness – PD BPR Bank Bantul tahun ini akan mengintensifkan penghimpunan dana nasabah maupun penyaluran kredit melalui sistem ‘gethok tular’ atau pemasaran dari mulut ke mulut.
Cara ini dinilai cukup efektif menarik nasabah baru di tengah persaingan yang cukup ketat baik dengan bank umum maupun BPR lain di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
“Sistem gethok tular ini merupakan salah satu inovasi kegiatan pemasaran PD BPR Bank Bantul yang digunakan untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi,” kata Direktur Utama PD BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun dalam acara penjurian Top BUMD 2019 di gedung WTC, Jakarta, Rabu (7/3/2019).
Menurut dia, calon nasabah akan lebih mempercayai informasi tentang layanan ataupun produk BPR Bantul jika itu disampaikan oleh teman atau orang yang dikenal.
Cara ini juga sejalan dengan strategi perusahaan yang tahun 2019 ini akan lebih menggenjot kredit dan tabungan dari kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Untuk produk kredit, BPR Bantul baru-baru ini meluncurkan Projo kependekan dari Pinjaman Produktif dan Terjangkau serta Proko Bakul. Sedangkan untuk tabungan, BPR Bantul memiliki produk antara lain Tabungan Tamansari dan Tabungan Adik.
Aristini menjelaskan syarat untuk mengikuti sistem gethok tular. Peserta gethok tular adalah nasabah tabungan, kredit maupun deposito yang telah menjadi nasabah BPR Bantul selama lebih dari satu bulan. Nasabah peserta gethok tular wajib memiliki rekening tabungan aktif.
“Orang yang direferensikan adalah orang yang belum pernah menjadi nasabah Bank Bantul,” tutur dia.
Selain itu, kata Aristini, nasabah peserta gethok tular akan mendapat keuntungan dari BPR Bantul antara lain berupa insentif jasa pemasaran dan sarana promosi bagi nasabah yang memiliki usaha.
Menurut dia, sistem gethok tular sudah dilaksanakan oleh BPR Bank Bantul sejak 18 April 2018 dan hasilnya cukup baik. Kredit UMKM (Projo) pada 2018 tumbuh 12,23 persen atau ekspansi sebesar Rp 10,42 miliar. Kecuali itu, Tabungan Adik naik 44,51 persen atau senilai Rp 3,25 milair.
Penulis: nurdian
