TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Ayam dan Telurnya Sumbang Inflasi Terbesar

Nurdian Akhmad
1 July 2014 | 11:48
rubrik: Ekonomi
Suryamin (Foto: Antaranews)
Suryamin (Foto: Antaranews)

Jakarta, businessnews.id — Kenaikan harga ayam dan telur ayam menjadi penyumbang terbesar angka inflasi pada bulan Juni 2014. Kelompok ini menyumbang 1,9 persen pada inflasi bulan itu.

“Inflasi bulan juni 2014 sebesar 0,43 persen, sedangkan komponen penyumbang terbesar dari angka inflasi itu dari kelompok makanan seperti ayam dan telurnya  sebesar 1,9 persen,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, di Jakarta hari ini (1/7/2014).

Ia melanjutkan, penyumbang terbesar kedua datang dari kelompok air, listrik, dan gas. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan TDL (tarif dasar listrik) pada enam golongan. “Kenaikan TDL sudah dirasakan karena telah dibayarkan bulan Juni,” terang dia.

Sedangkan kelompok penyumbang inflasi terbesar ketiga datang dari kelompok makanan jadi, itu disebabkan dampak ikutan dari kenaikan harga makanan di atas.

Ia juga menyatakan bahwa dari 82 kota IHK (Indeks Harga Konsumsi), terjadi inflasi di 76 kota; enam kota mengalami deflasi, dengan rincian Maumere mengalami deflasi paling rendah, sedangkan kota Ternate mengalami inflasi paling tinggi.

Dengan inflasi bulan Juni sebesar 0,43 persen, inflasi tahun kalender sebesar 1,99 persen, dan inflasi year on year sebesar 6,7 persen, Suryamin mengklaim bahwa inflasi Juni 2014 menjadi yang terendah dibandingkan Juni lima tahun sebelumnya.

”Ini menunjukkan bahwa pengendalian harga berjalan dengan baik walaupun menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” terang dia. (Abdul Aziz)

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Menteri Keuangan: Defisit Neraca Perdagangan Bakal Lanjut
Tags: inflasi 2014
Previous Post

Jejak Merah-Putih Mengelola Pangan Genetik

Next Post

Sesi Pertama, Transaksi Saham BEI Capai Rp 8,12 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR