Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama Jamkrida Banten, Hendra Indra Rachman, mengatakan bahwa dalam penjaminan kredit, pihaknya lebih terbiasa kerja sama dengan lembaga keuangan seperti BPR (bank perkreditan rakyat), koperasi, dan lain sejenisnya.
“Sebab, kami ingin lebih fokus kepada penjaminan sektor produktif,” kata dia saat diwawancarai Dewan Juri Top BUMD 2019, di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan, hal seperti itu kurang didapati bila lebih banyak bekerja sama dengan bank daerah. Sebab bank tersebut banyak mengandalkan pegawai pemda sebagai nasabah.
Kata dia, salah satu terobosan yang dipunyai Jamkrida Banten ke sektor produktif usaha kecil, adalah layanan penjaminan langsung. Di sini, pelaku bisnis tersebut bisa terlebih dulu datang ke Jamkrida Banten untuk mendapatkan bantuan pemprosesan tertentu. Setelah itu, barulah ke lembaga keuangan.
“Layanan seperti ini umumnya untuk nilai pinjaman maksimal Rp 5 juta. Dan radius maksimal 5 km dari pasar,” kata dia.
Untuk tahun 2018, Jamkrida Banten memberikan penjaminan senilai Rp 2,1 triliun. Ini naik daripada tahun 2017 yang Rp 1,59 triliun.
“Untuk tahun 2016, nilai penjaminan kami Rp 388,5 juta. Dan 2015 masih Rp 123,2 juta,” Hendra berkata.
(Adhito)
