
Jakarta, businessnews.id — Dari hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 dan Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian 2013, terlihat bahwa dalam 10 tahun belakangan ini, petani tanaman pangan pokok seperti padi, jagung, dan kedelai, turun drastis. Namun, jumlah petani sawit, kakao, dan karet, 10 tahun belakangan meningkat tajam. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menjelaskan itu di Jakarta hari ini (1/7/2014).
Jumlah rumah tangga usaha tanaman padi pada tahun 2013 mencapai 14,1 juta. Angka itu menurun 0,41 persen atau menjadi 58,4 ribu rumah tangga dibandingkan dalam Sensus Pertanian Tahun 2003.
Sedangkan, kata Suryamin, jumlah rumah tangga usaha kelapa sawit dalam kurun 10 tahun belakangan meningkat 779.900 rumah tangga atau sebesar 114,96 persen.
Hal yang sama juga terjadi pada jumlah rumah tangga usaha tanaman karet: tahun 2013 menjadi 2,8juta rumah tangga sedangkan tahun 2003 hanya hanya 1,6 juta rumah tangga.
Sementara itu, jumlah rumah tangga usaha tanaman kakao tahun 2013 sebanyak 2,1 juta; tahun 2003 hanya 1,9 juta rumah tangga.
Menurut Suryamin, menurunnya jumlah rumah tangga usaha tanaman padi karena perpindahan ke usaha tanaman lain. Ataupun menekuni usaha lain.
“Ada yang pindah menjadi petani karet, sawit, dan kakao. Namun, juga ada yang menjadi pekerja sektor lain,” kata Suryamin. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito