Jakarta, TopBusiness – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sepanjang Februari 2019 lalu mengaku tak melakukan aktifitas eksplorasi terhadap sumur-sumur minyaknya yang ada di luar negeri, terutama di blok di Negara Yaman dan Libya.
Di kedua negara tersebut, emiten sektor pertambangan dengan kode MEDC tersebut tak melakukan eksplorasi karena masih terkendala dengan situasi instabilitas politik di kedua negara tersebut.
“Di Yaman dan Libya, tidak ada aktifitas eksplorasi yang dilakukan perseroan pada bulan februari 2019 sehubungan dengan kondisi politik yang belum stabil di kedua neagra itu,” ungkap Sekretaris Perusahaan MEDC, Siendy K. Wisandana, seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (11/3/2019).
Perusahaan milik taipan Arifin Panigoro itu memiliki sumur minyak di Yaman di Blok 82 yang dikelola oleh anak usahanya, Medco Yemen Amed Ltd. Sedang untuk eksplorasi di Libya berada di Area 47 yang ditangani oleh Medco International Ventures Ltd.
Sepanjang bulan kemarin, sambung dia, perseroan hanya melakukan kegiatan eksplorasi di Blok South Sumatra PSC dan Blok Rimau PSC. Blok ini sendiri dimiliki sepenuhnya oleh PT Medco S&P Indonesia dan blok ini telah menerima persetujuan perpanjangan kontrak PSC sampai dengan tahun 2033 nanti.
DI bulan tersebut, lanjutnya, perseroan melakukan kegiatan akuisisi seismic darat 2D di berlokasi di empat kabupaten di Sumatera Selatan. Yakni, Kabupaten Musi Rawas, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, dan Kab. Muara Enim.
“Pekerjaan ini dibagi menjadi enam area survey, yaitu area Aini, South Sugih Waras, Kaktus-East Lily, Hijau-North Teras, Arung-Nowera, dan Rambutan Deep. Dengan jumlah biaya kegiatan ini sebesar US$ 41.107. Meskipun hasilnya belum ada,” terang Siendy.
Dia menegaskan, program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya untuk mematangkan target-target dangkal di area Musi Platform yang mempunyai tingkat keberhasilan lebih baik seperti adanya temuan terbaru pada sumur Arung-1 dan Hijau-2. Serta untuk mengkonfirmasi tambahan sumber daya di prospek Rembulan Deep. Selain itu, pekerjaan ini juga sebagai pemenuhan kewajiban komitmen.
“Untuk itu rencana selanjutnya adalah pelaksanaan operasi seismik 2D direncanakan akan dimulai pada kuartal III-2019 nanti. Proses pengurusan izin-izin dan study lingkungan (UKL/UPL) dan diperlukan akan dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
