Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur (MMP), Wahyu Setiaji, mengatakan bahwa pihaknya telah melewati masa sulit melalui sejumlah restrukturisasi. “Dan kini kami masuk ke fase penguatan organisasi,” kata dia di Jakarta (18/3/2019), saat diwawancarai oleh Dewan Juri Top BUMD 2019.
Dia mengatakan, untuk tahun 2018, pihaknya telah membukukan laba senilai Rp 297 miliar.
Pembenahan internal telah dilakukan melalui program restrukturisasi perusahaan. MPP saat ini telah punya dokumen perangkat peraturan perusahaan. Itu seperti COC, GCG, SOP, pakta integritas, dan lain-lain.
Pengelolaan piutang lebih terstruktur dengan adanya surat pengakuan piutang. “90 persen pengutang telah menandatangani surat itu,” kata Wahyu.
Dijelaskan, sebelum restrukturisasi, kondisi berat terjadi. Misalnya, kas lancar hanya di Rp 14 miliar. Pembukuan mencatatkan laba, tetapi semu karena piutang yang banyak.
Saat itu, jumlah dana yang diperlukan untuk kewajiban utang, biaya operasional, dan membuat anak perusahaan pengelola Blok Mahakam, di Rp 82 miliar.
Tambahan modal dari pemerintah daerah, dia berkata, sulit karena APBD yang terbatas.
(Adhito)
