Jakarta, TopBusiness – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) alias IPC terus melakukan transformasi bisnis untuk menuju pelabuhan berbasis digital. Upaya ini sudah mulai dilakukan perseroan sejak tahun 2018 lalu.
Direktur Utama (Dirut) IPC, Elvyn G. Masassya menjelaskan, transformasi menuju pelabuhan berbasis digital ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis sudah mulai dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan maupun aspek-aspek Iainnya.
“IPC melakukan transformasi di sisi operasional yang disebut dengan radical change pola operasional dari yang sebelumnya manual menuju digital. Digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal tapi melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat,” ujar Elvyn di Jakarta, Selasa (19/3/2019).
Upaya itu juga dilakukan di sisi laut. IPC menyiapkan Marine Operation System (MOS), Vessel Management System (VMS) dan Vessel Traffic System (VTS), untuk memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.
Guna mendukung digitalisasi pelabuhan tersebut, IPC tahun ini mengalokasikan dana hingga Rp 1 triliun. Total capex (capital expenditure) perseroan tahun ini Rp11,6 triliun. Pagu anggaran digitalisasi tersebut setara 30 persen dari total belanja modal yang akan dialokasikan hingga 2020 mendatang.
Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk coastal management system. Sistem itu dibuat untuk mengetahui pergerakan kapal secara elektronik.
IPC yang merupakan BUMN sektor transportasi saat ini mengelola 12 pelabuhan yang berada di 10 provinsi. (nrd)
