TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Citibank: Jelang MEA, Sistem dan Aturan Sekuritas Harus Dibenahi

Nurdian Akhmad
3 July 2014 | 11:14
rubrik: Business Info
Tigor Siahaan (Foto: Istimewa)
Tigor Siahaan (Foto: Istimewa)

Jakarta, businessnews.id — Citi Country Officer Citibank Indonesia, Tigor M. Siahaan, mengatakan di Jakarta (2/7/2014) bahwa batas waktu mewujudkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kurang dari dua tahun lagi. Maka, regulator dan pelaku industri harus bekerja sama menyelesaikan sistem dan peraturan.

“Penyelesaian sistem dan aturan itu bukan hanya dibutuhkan menghadapi hambatan dan tantangan saat ini. Namun juga bermanfaat memaksimalkan pertumbuhan bisnis sekuritas di Indonesia menjelang implementasi MEA sebelum akhir 2015,” kata dia dalam pembukaan Indonesia Investor Services Forum 2014.

Ia pun mengatakan, MEA akan banyak mengubah pasar asuransi dan pengelolaan dana pensiun di Asean.

Usaha preventif juga dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak dari implementasi MEA dalam kaitan dengan perubahan komposisi populasi Indonesia di 30-40 tahun ke depan. “Menurut data Sensus Penduduk Tahun 2010, populasi penduduk berusia lanjut di Indonesia akan meningkat, dan akan memengaruhi keseimbangan rasio jumlah penduduk usia produktif dan penduduk usia lanjut,” kata Tigor.

Sementara, di kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dumoly F.Pardede, mengatakan: ”Kami menyadari, pasar asuransi dan pengelolaan dana pensiun di Indonesia masih perlu mengembangkan produk asuransi dan pengelolaan dana pensiun, sehingga sesuai dengan harapan konsumen.”

Dengan luas dan jangkauan pasar asuransi serta pengelolaan dana pensiun di Indonesia yang masih dibatasi oleh jumlah pendapatan dan profesi pegawai dengan pendapatan tetap, OJK masih harus mengelola pasar dengan melakukan intervensi pengembangan berbagai produk keuangan asuransi seperti asuransi syariah dan asuransi mikro.

”Juga asuransi khusus untuk memerluas pasar serta menjangkau pelaku industri pertanian dan perkebunan,” kata Dumoly. (Achmad Adhito)

Editor: Achmad Adhito

BACA JUGA:   Kredit Konsumsi Berperan Dorong Penyaluran Kredit Baru
Previous Post

Commonwealth: Pasar Asuransi 2014 Masih Tak Pasti

Next Post

MasterCard dan Borderfree Beri Program Eksklusif Pebelanja Online Asean

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR