Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kemungkinan masih berada di teritori positif. Kalau pun melemah hanya sentiment teknikal saja.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp14.205 atau melemah 43 poin dari penutupan akhir pekan lalu yakni di level Rp14.162. Rupiah sendiri dalam satu jam pertama terus memerah ke tangga Rp14.215.
Menurut analis pasar uang dari Asia Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono pergerakan mata uang Garuda itu sepanjang akhir akhir pekan lalu termasuk stabil. Dana kondisi itu bisa terjadi di pekan ini.
“Sehingga kalau pun terjadi pelemahan itu hanya koreksi teknikal sementara saja. Maka rupiah ke depannya masih akan menguat atau jauh dari melemah,” ungkap dia di Jakarta, Senin (25/3/2019).
Dia sendiri menyebut, kebijakan Bank Indonesia di tengah pekan lalu yang menahan suku bunga Bi 7 Day Repo Rate di angka 6% jelas akan menguntungkan rupiah. Selain itu, kebijakan pemerintah di sektor moneter juga dianggap bakal menolong rupiah.
“Pemerintahsangat menjaga pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan. Dengan begitu, ancaman rupiah yang menyentuh Rp 15.000 per USD, bisa mereda,” katanya.
Dengan kondisi sentiment yang seperti itu, Wahyu melihat, mata uang NKRI itu diprediksi bakal bergerak di rentang Rp 14.100 hingga Rp 14.200 per USD.
Jumat lalu, di pasar spot rupiah ditutup melemah sebesar 0,16% atau sebesar 22,5 poin di level Rp 14.162 per USD. Sedang versi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah tercatat di zona merah sebesar 0,39% di level Rp 14.157 per USD. Sebelumnya posisi rupiah berdasarkan versi JISDOR berada di level Rp 14.102 per USD.
Penulis: Tomy
