“Berdasarkan laporan keuangan nonaudit, tahun 2018 kami untung sekitar Rp 300 juta sampai Rp 400 juta,” kata dia dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD 2019.Sementara pada tahun 2017, PDAM tersebut masih merugi sebesar Rp 924,901 juta. Tahun 2016, kerugian itu Rp 2,77 miliar; tahun 2015, nilai kerugian di Rp 2,91 miliar.
Dijelaskan, perbaikan keuangan itu antara lain karena pemerintah daerah ada menyetujui kenaikan tarif air bersih ke pelanggan. “Kami menunggu delapan tahun untuk kenaikan tarif itu,” papar Firdaus.
Dijelaskan pula, pihaknya kini masuk kategori “sehat”. Di Kalteng, dari 14 PDAM, yang berkategori ” sehat” ada lima. Delapan PDAM termasuk “kurang sehat”. Dan satu PDAM berkategori “sakit”.
