Jakarta, TopBusiness – Emiten yang tahun lalu baru mencatatkan sahamnya di Bursa efek Indonesia (BEI), PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menyampaikan kinerja pertama kalinya kepada publik. Kali ini, perseroan melaporkan kinerja sepanjang 2018 lalu begitu mengkilap dengan ditandai raihan laba bersih yang sampai meroket 582 persen.
Tercatat dalam laporan keuangan yang dipublikasikan ke publik, emiten sektor perkebunan itu meraih laba bersih sebanyak Rp84,51 miliar per 31 Desember 2018 itu. Atau melonjak hingga 582% alias hampir 7 kali lipat dari posisi sebelumnya sebesar Rp12,39 miliar di akhir 2017.
“Tiga sumber pendapatan terbesar dari MGRO bersumber dari minyak sawit mentah, inti sawit dan jasa sewa tangki yang masing-masing senilai Rp1,51 triliun, Rp355,58 miliar, dan Rp68,12 miliar,” jelas laporan kinerja MGRO seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (25/3/2019).
Sementara dari sisi pendapatan, emiten yang baru listing di BEI Juli 2018 lalu itu, mengantongi pendapatan sebanyak Rp2 triliun, atau naik 13,63% dari posisi Rp1,76 triliun pada periode yang sama di tahun 2017.
Selain itu, MGRO juga memiliki sumber pendapatan dari cangkang, jasa manajemen dan lain-lain dengan nilai masing-masing Rp56,87 miliar, Rp800,51 juta dan Rp5,6 miliar.
Lebih lanjut dari data itu disebutkan, untuk beban pokok pendapatan sebetulnya juga mengalami kenaikan hingga 8,61% dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,74 triliun. Namun tetap tak bisa menghalangi kinerja yang positif.
Selain itu, untuk kewajiban perseroan ternyata tercatat sebesar Rp412,3 miliar atau turun 25,04% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp550,19 miliar.
Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp665,8 miliar atau naik 60,62% dibanding akhir 2017 yang tercatat di angka Rp414,51 miliar. Adapun aset perseroan tercatat sebesar Rp1,07 triliun atau naik 11,82% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp964,7 miliar. Aset itu terdiri dari liabilitas senilai Rp412,32 miliar dan ekuitas Rp665,82 miliar.
“Namun untuk liabilitas MGRO, komponen utang bank jangka panjang yang bakal jatuh tempo dalam 1 tahun ke depan cukup besar senilai Rp109,77 miliar dan utang jangka panjang senilai Rp186,91 miliar. Sementara itu, arus kas hingga akhir 2018 senilai Rp122,94 miliar,” pungkas laporan itu.
Penulis: Tomy
