Jakarta Top Business – Peer group analysis yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan, BPR Jatim melakukan pembenahan untuk siap menghadapi daya saing bisnis kedepan.
Secara share asset bahwa Bank UMKM Jawa Timur atau BPR Jatim menempati posisi ke-5. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu, di Jakarta, Rabu.
“Apabila dibandingkan dengan 5 BPR terbesar, maka perusahaan memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yaitu mencapai 33,46%,” katanya, dalam ajang penjurian Top BUMD 2019.
Berdasarkan kinerja 2018, BPR Jatim memiliki share penyaluran kredit sebesar 18,83% terhadap total penyaluran kredit BPR di Jawa Timur dan share penghimpunan dana sebesar 18,80% terhadap penghimpunan dana BPR di Jawa Timur.
Perusahaan mencatat aset hingga September 2018 sebesar Rp 2,3 triliun. Sedangkan, DPK Rp 1,6 triliun. Selanjutnya, kredit sebesar Rp 1,8 triliun, dan modal inti Rp 0,477 triliun.
Menurut Yudhi, potensi penyaluran kredit bisa terus tumbuh, sebab peluang terbuka. “Pasar perbankan di Jatim masih memiliki potensi terutama di segmen usaha mikro dan kecil,” katanya.
Kemudian, ada dukungan dari pemilik saham dalam rangka pemberdayaan ekonomi di daerah. Terakhir, jumlah UMKM yang cukup besar di Jatim yang mencapai 6,8 juta.
Kekuatan perusahaan untuk mencari peluang kredit tak terlepas dari dukungan jaringan kantor yang luas. “Total jaringan kantor 213 unit, dengan rincian satu unit kantor pusat, 32 kantor cabang, 111 kantor kas, 3 payment point, 32 mobil kas, dan 23 ATM,” katanya.
Dia mengutarakan, dukungan yang kuat dari pemegang saham dalam melaksanakan operasional bank. “Selain, ada akses permodalan,” ungkapnya.
Diketahui, pemegang saham BPR Jatim sebesar Rp 360,380 miliar atau setara dengan 86,49%, diikuti kabupaten/kota Rp 55,151 miliar (13,24%) dan DPP Bank Jatim Rp 1,151 miliar (0,28%).
Guna menunjang perkembangan Bank dibentuk lembaga baru dengan adanya Marketing Group yg akan menyerap Informasi dan promosi untuk mendukung sebagai laju daya saing bisnis yang semakin tajam. Dia menambahkan, dukungan IT turut mendorong percepatan perusahaan. Beberapa sarana IT yang telah jalan, diantaranya, webside Bank BPR Jatim, digitalisasi surat menyurat, dan pengajuan kredit secara paperless.
Penulis : Agus H
