Jakarta, TopBusiness – Perusahaan financial technology (fintech) yang mengoperasikan platform P2P lending, PT kas Wagon Indonesia yang memiliki platform Cashwagon mengucurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Yos Sudarso, di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan.
Menurut CEO PT Kas Wagon Indonesia, Asri Anjarsari, ini adalah CSR pertama dan akan dilakukan per tiga bulan. Saat ini nilai yang dikucurkan sekitar Rp65 juta untuk disantuni ke 40 anak yatim piatu, berupa alat tulis, uang tunai, beras 500 kilogram dan lainnya.
“Ini CSR pertama kita di 2019 ,konsepnya peduli pendidikan dan anggaran yang kita siapkan Rp 65 juta. Kita santuni ada 40 anak yatim,” jelas Asri di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).
Asri menegaskan, program CSR ini tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya pun menargetkan akan membantu masyarakat setiap kuartalnya. “Jadi penyaluran CSR ini sudah jadi program reguler kita,” imbuh dia.
PT Kas Wagon Indonesia adalah perusahaan fintech yang mengoperasikan platform P2P lending, yang menghubungkan peminjam (borrower) dengan pemberi pinjaman (lender). Resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kas Wagon telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 (Sertifikasi Manajemen Keamanan Informasi) oleh Lembaga Standar di Inggris. Ini berarti, Layanan Cashwagon sudah memenuhi standar keamanan informasi internasional.
Sejak berkiprah mulai Januari 2018 lalu, Kas Wagon tercatat mampu menyalurkan dana pinjaman ke 400.000 nasabah. Dengan total nilai pinjaman mencapai Rp400 miliar dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta atau rata-rata Rp1,3 juta. Tahun ini, mereka menargetkan bisa mengucurkan pinjaman sampai Rp1 triliun.
“Hingga Desember 2018 sudah 400.000 pinjaman, dan kita berikan kepada personal. Kita memang menyasar individual. Dan target tahun ini dari 1 juta peminjam bisa kasih pinjaman mencapai Rp1 triliun,” ujarnya.
Saat ini nasabahnya sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan 50 persen tersebar di Jawa. Apalagi kemampuan lender perusahaan juga cukup tinggi dengan maksimal pinjaman mencapai Rp100 juta.
Meski pihaknya akan terus memberikan pinjaman sebanyak mungkin, namun kata dia, Kas Wagon tetap mengutamakan manajemen risiko dengan menjaga rasio kredit macet (NPL) di angka 10 persen.
Asri menjelaskan, kredit macet di perusahaan fintech tidak bisa disamakan dengan perbankan karena cara berbisnis yang berbeda. “Kita akan jaga di 10 persen dan ini jangan disamakan dengan perbankan,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
