Jakarta, TopBusiness – PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) hari ini mengumumkan pendapatan usaha tahun 2018 sebesar RP 3,48 triliun meningkat secara signifikan dibandingkan pendapatan usaha tahun 2017 sebesar RP 517 miliar.
Hal yang sama juga terjadi dengan penghasilan komprehensif di tahun 2018 yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar RP 45,86 miliar menjadi RP 255 miliar.
“Dengan begitu, pada tahun 2018, TRAM telah mencapai peningkatan pendapatan usaha sebesar 573 persen dan peningkatan penghasilan komprehensif sebesar 456 persen,” ujar Soebianto Hidayat, Direktur Utama TRAM, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Peningkatan kinerja TRAM ini dikontribusikan oleh kinerja pendapatan anak usaha di sektor pertambangan batubara yakni PT Gunung Bara Utama (GBU) sebesar 68,47 persen. Serta kontribusi dari jasa pertambangan, PT SMR Utama Tbk, dari anak perusahaan PT Ricoana Abadi sebesar 24,42 persen.
“Ini merupakan hasil positif dari aksi korporasi perseroan yang dilakukan pada akhir tahun 2017 lalu dengan melakukan akuisisi perusahaan pertambangan batubara dan jasa pertambangan batubara,” jelas dia.
Peningkatan pendapatan GBU berasal dari peningkatan produksi batubara GBU yang pada tahun sebelumnya kurang lebih 265 ribu ton meningkat menjadi sebesar 2,6 juta ton di tahun 2018.
Dengan demikian, kata dia, rata-rata produksi per bulan di tahun ini sudah mencapai 300 ribu ton dan terus akan meningkatkan volume produksi batubara.
“Perseroan cukup puas dengan hasil kinerja perseroan pada 2018 yang sekaligus menunjukkan, pengembangan bisnis TRAM di sektor pertambangan batubara dan jasa penunjang pertambangan batubara jadi langkah terbaik yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan laba,” papar dia.
Untuk itu, tegas Soebianto, perseroan pun mengaku optimistis prospek bisnis akan semakin cerah di masa depan, terutama di tahun 2019 ini.
Penulis: Tomy
