Jakarta, TopBusiness – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
Dalam perdagangan perdananya, hingga pukul 09.12 WIB saham CPRI naik hingga ke level Rp 69,6 persen ke posisi Rp212 per saham dari harga awal Rp125.
Dari frekuensi transaksi tersebut terjadi 87 kali dengan volume 2.627 lot dan nilai transaksinya mencapai Rp25,74 miliar.
Menurut Direktur Utama CPRI, Jansen Surbakti perseroan melepas saham sebanyak 683.375.000 saham atau setara 28,08% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor.
“Dari dana IPO itu, salah satunya, akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan proyek convention center dan perkantoran di Jatiwaringin, Jawa Timur,” ujar dia di Gedung BEI, di Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Selain itu, lanjut dia, untuk pembangunan resort dan spa berstandar internasional di Nusa Penida, Bali yang baru akan dibangun pada 30 April ini.
“Jadi komposisi pemanfaatan dana IPO itu mencakup 50 persen untuk proyek resort, sebanyak 40 persen untuk proyek perkantoran, dan 10 persen untuk modal kerja,” paparnya.
Sehingga, kata dia, dengan dana segar yang dikantongi itu dari hasil IPO, perseroan yakin kinerja tahun ini akan lebih baik. Apalagi ada dana segar yang digunakan untuk modal kerja itu.
“Makanya, kami optimis dengan IPO ini dapat meningkatkan target pendapatan perseroan tahun ini cukup signifikan menjadi Rp 25 miliar dibandingkan tahun lalu,” terangnya.
Perseroan sektor properti itu tahun lalu sempat mengalami kerugian bersih, karena terkait adanya perubahan pencatatan standar akuntansi.
Namum di tahun ini perseroan mematok target laba bersih dan persih dan pendapatan naik signifikan.
“Target laba besih kami tahun ini Rp6 miliar dan growth-nya cukup bagus. Dan terbukti di kuartal I-2019 ini mulai positif sudah ada laba seber Rp1 miliar. Meskipun masih kecil,” jelas dia.
Target pendapatan tersebut, kata dia, akan ditopang oleh proyek-proyek perseroan yang mulai rampaung di akhir tahun ini.
Untuk proyek office tower akan beroperasi pada September 2019 dan convention hall di Desember beroperasi 2019. Sementara untuk proyek resort sekitar 30 persen di Desember diharapkan sudah bisa beroperasi.
“Ini untuk make money saja agar ada cashflow perusahaan berjalan, jadi dibuat bertahap,” katanya.
Untuk meujudkan hal tersebut, perseroan pun menyisihkan untuk anggaran capex (belanja modal) di tahun ini sebesar Rp90-Rp100 miliar.
Penulis: Tomy
