
Jakarta, businessnews.id — Menurut survei Kaspersky Lab mengenai bisnis di seluruh dunia, usaha kecil dan menengah (UKM) dengan karyawan kurang dari 25 orang adalah yang paling kurang menganggap strategi TI (teknologi informasi) sebagai kepentingan utama.
Manajer Corporate Communication Kaspersky Lab Asia Tenggara Jesmond Chang, dalam siaran persnya (Kamis, 10/7/2014), menjelaskan hal itu/
Dia berkata, hanya 19% dari UKM di seluruh dunia yang mengungkapkan bahwa strategi TI merupakan salah satu dari dua masalah strategis yang mereka hadapi. Itu bila dibandingkan dengan 30% perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang, dan 35% perusahaan yang memiliki karyawan 5.000 atau lebih.
“Yang lebih mengkhawatirkan, hal yang sering diabaikan ini termasuk kebijakan mengenai internet dan keamanan data,” kata Chang.
Menurut survei itu, keseluruhan UKM sebenarnya memahami bahaya ancaman online.
Ketika ditanya tentang kekhawatiran utama mereka terkait dengan bisnis TI, 35% dari UKM mengatakan bahwa perlindungan data merupakan urutan pertama dari tiga isu utama, peringkat tertinggi di antara semua segmen usaha.
Untuk pertanyaan yang sama, UKM juga mengatakan bahwa kepastian kelangsungan pekerjaan terhadap sistem bisnis yang kritis, sebagai salah satu dari tiga isu yang menjadi perhatian dari departemen TI.
“Jelas, UKM menyadari bahwa strategi TI mereka memainkan peran penting dalam melindungi data sensitif dan menjaga operasi bisnis mereka sehari-hari dari kelumpuhan yang disebabkan oleh malware dan penjahat dunia maya,” Chang berkata. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito