TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menperin: Manufaktur RI Terus Tumbuh

Achmad Adhito
12 April 2019 | 10:15
rubrik: Business Info
Ekspor Mobil RI Masih Kalah dengan Thailand

Pabrik Otomotif (Sumber Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa perkembangan kinerja sektor industri manufaktur sebagaimana diindikasikan oleh PMI-BI sejalan dengan perkembangan indeks manajer pembelian manufaktur (Purchasing Managers Index) yang dirilis oleh Nikkei.

Pada Maret 2019, survei Nikei menyebutkan, PMI manufaktur Indonesia berada di level 51,2 yang menunjukkan kinerja industri manufaktur Indonesia berada pada level ekspansi. “Capaian ini lebih tinggi dibanding indeks PMI Nikkei Indonesia periode triwulan I-2019 (Januari-Maret) sebesar 50,4 dan pada bulan Februari 2019 yang berada di angka 50,1,” kata dia melalui keterangan pers hari ini.

“Kenaikan PMI ini sangat positif, membuktikan bahwa industri manufaktur kita masih bergeliat. Untuk itu, kami terus dorong agar lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Menteri Airlangga.

Selain itu, dapat mencermikan kepercayaan diri para investor di sektor industri masih tumbuh. “Mereka melihat bahwa iklim usaha di Indonesia tetap stabil dan telah mampu mengelola ekonomi melalui norma baru,” imbuhnya.

Di tingkat ASEAN, PMI manufaktur Indonesia pada maret 2019 menempati peringkat keempat atau mampu melampaui capaian Thailand (50,3), Singapura (47,9), dan Malaysia (47,2). PMI manufaktur Indonesia juga lebih tinggi dari perolehan PMI manufaktur ASEAN sebesar 50,3.

Hasil positif tersebut tentu didorong oleh upaya Pemerintahan Jokowi-JK memberi angin segar dengan menciptakan iklim bisnis yang kondusif melalui peluncuran paket kebijakan ekonomi serta kemudahan dalam perizinan usaha. Hasilnya, arus investasi pun semakin deras menuju tanah air.

“Belum lagi bicara kebijakan strategis yang mendukung sektor industri, seperti menjaga ketersediaan bahan baku, pembangunan infrastruktur, dan kelancaran arus logistik,” ujarnya.

“Ini yang mendorong pula investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur. Saat ini sudah dikembangkan 13 kawasan industri baru dan 22 sentra IKM baru,” lanjut menteri tersebut.

BACA JUGA:   Pemerintah Genjot Produktivitas Pangan dengan Rekayasa Genetika

(Adhito)

Tags: airlangga hartartoindustri manufaktur
Previous Post

Harga Minyak Kembali Turun

Next Post

IHSG masih di Zona Merah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR