Jakarta, TopBusiness—Asuransi Sinar Mas selalu mengupayakan agar pemahaman tentang pentingnya praktik manajemen risiko, selalu sampai bahkan ke unit bisnis bagian bawah. Jadi, pemahaman dan penerapan manajemen risiko tidak hanya ada di level atas.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi Marisna Magdalena Samosir, di Jakarta (16/4/2019), ketika tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC 2019, sebuah penghargaan yang digelar oleh Majalah TopBusiness.
Marisna menjelaskan bahwa upaya tersebut pada kenyataannya bisa berjalan. Dalam hal ini, pemahaman dan penerapan manajemen risiko di unit bisnis bagian bawah, dihubungkan dengan penilaian ke karyawan di situ. ”Maka, kalau tidak menerapkan prinsip manajemen risiko, mereka belum bisa mendapatkan hak tertentu seperti cuti,” kata Marisna.
Hal seperti itu sangatlah penting mengingat bisnis asuransi, pada prinsipnya, sangat terkait dengan urusan risiko.
Dia pun menjelaskan bahwa di Asuransi Sinar Mas, untuk bisa menjadi kepala divisi, seseorang harus pernah magang di unit audit internal. Dan unit tersebut bersifat independen.
Selanjutnya, Marisna ada menjelaskan sejumlah break throught yang digelar pihaknya sehubungan dengan manajemen risiko. Pertama, membangun komite manajemen risiko di tahun 2015.
Kedua, pada tahun 2016, Asuransi Sinar Mas mulai membudayakan manajemen risiko melalui akses E-Lite.
Ketiga, mengintegrasikan risk and control self assessment (RCSA) dengan KPI. Hal ini dilakukan sedari tahun 2018.
“Selain itu,” Marisna menambahkan, “kami mengintegrasikan RCSA dengan risk based audit. Hal ini dilakukan mulai tahun 2018.”
(Adhito)
