TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SUPR Harap Industri Selular Membaik di 2019

Agus Haryanto
16 May 2019 | 09:18
rubrik: Capital Market
SUPR Harap Industri Selular Membaik di 2019

foto : istimewa

Jakarta, TopBusiness – Emiten distributor telepon selular, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berharap pada tahun ini industri selular akan bertumbuh positif di tengah fase pemulihan, setelah sepanjang 2018 berkontraksi 6,4 persen yang merupakan kali pertama dalam sejarah.

“Kami yakin bahwa industri selular negeri ini akan mulai pulih pada 2019. Para penyedia layanan telekomunikasi akan memperluas cakupan jaringan di luar Pulau Jawa,” kata Presiden Direktur SUPR, Nobel Tanihaha di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Selain itu, menurut Nobel, penyedia layanan telekomunikasi juga akan memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan di area-area perkotaan, agar bisa memanfaatkan permintaan data berkecepatan tinggi yang terus bertumbuh pesat.

Nobel mengatakan, berdasarkan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), industri telekomunikasi di Indonesia berkontraksi sebesar 6,4 persen di 2018. “Industri selular juga mengalami penurunan sekitar 2-3 persen di 2018,” ucapnya.

Dia menyebut, para penyedia layanan telekomunikasi berfokus meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan. “Meski pertumbuhan negatif, kami percaya masih ada ruang bagi industri untuk bertumbuh. Karena, ada pengadopsian jaringan 4G LTE di tahap awal,” papar Nobel.

Nobel memaparkan, pada 2018 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp1,8 triliun atau menurun 1 persen (year-on-year). EBITDA SUPR pada tahun lalu sebesar Rp1,64 triliun dengan marjin EBITDA stabil sebesar 86,2 persen dibanding periode yang sama di 2017.

Sementara itu, laba bersih SUPR di 2018 sebesar Rp1,22 triliun, padahal pada tahun sebelumnya tercatat memperoleh laba bersih Rp330,96 miliar. Pada RUPST hari ini SUPR tidak membagikan dividen.

Per 31 Desember 2018, SUPR memiliki aset portofolio terdiri dari 5.979 menara makro, sebanyak 433 microcell poles, ada 37 lokasi indor DAS dan jaringan serat optik sepanjang 3.260 kilometer. “Penyewaan kami tercatat sebanyak 10,492 penyewaan, maka rasio penyewaan menara sebesar 1,64 kali,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Transaksi EBUS dan Repo di SPPA BEI Capai Rp1.000 Triliun

Penulis : Tomy

Previous Post

Minyak di Tengah-tengah Kekhawatiran

Next Post

Awal Perdagangan IHSG Turun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR