Jakarta, TopBusiness – Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Garibaldi ‘Boy’ Thohir melihat akan ada kenaikan permintaan batubara pada tahun depan. Alasannya, beberapa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas besar bakal beroperasi secara komersial tahun depan.
Tahun depan PLTU yang dibangun Adaro juga bakal beroperasi. Salah satu PLTU yang ditargetkan beroperasi tahun depan adalah PLTU Batang di Jawa Tengah dengan kapasitas 2 x 1000 Mega Watt (MW).
“Kan banyak PLTU yang selesai akhir tahun ini. Kalau dia trial dulu di November, Januari sudah full operation, sudah komersial. Paling tidak (permintaan) tambah 7-8 juta ton lagi,” ujarnya kepada media, Rabu malam (15/5/2019).
Adaro merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Untuk harga batubara di pasar dunia, Boy, sapaan akrab Garibaldi, memprediksi akan stabil di atas level USD 80 per ton.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dari dari sisi produksi, suplai batu bara tidak akan meningkat. Hal ini terjadi karena banyak bank asing yang enggan membiayai bisnis batu bara.
Seretnya pinjaman dari bank asing karena bisnis batu bara dianggap tidak ramah lingkungan. Sejauh ini, kata dia, bank-bank nasional yang masih mau memberikan pembiayaan pada perusahaan batu bara.
Jika pembiayaan sedikit, maka produksi pun tak akan meningkat. Meski begitu, Boy mengklaim pembiayaan dari Adaro untuk bisnis ini masih besar. Adaro sendiri bakal mempertahankan produksi batu bara sekitar 54-56 juta ton per tahun.
