Jakarta, TopBusiness – PT Xdana Investa Indonesia kembali meluncurkan aplikasi reksa dana terbaru yaitu Xdana Syariah. Aplikasi khusus produk-produk reksa dana syariah ini merupakan yang pertama kali diluncurkan di Indonesia.
Menurut Li Ming Suryaputra, Direktur PT Xdana Investa Indonesia, Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, menjadikan produk investasi berbasis syariah sebagai produk yang potensial.
“Apakagi produk-produk berbasis islamic atau produk-produk syariah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir, khususnya produk reksa dana syariah,” ujar dia di Jakarta, ditulis Senin (20/5/2019).
Di tahun 2014, kata dia, produk reksa dana syariah terdaftar sebanyak 74 produk dan di tahun 2019 bertambah menjadi sebanyak 242 produk. Dengan demikian total asset atau dana kelolaan produk reksa dana syariah per-22 Maret 2019 telah mencapai 34,62 tilyun atau bertumbuh sekitar 24,7% dari tahun 2017.
“Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator bahwa makin maraknya produk reksa dana syariah dan makin bertambahnya minat masyarakat terhadap produk reksa dana syariah sebagai alternatif investasi,” tandas dia.
Xdana juga melihat, masyarakat mengharapkan bisa berinvestasi pada platform khusus reksa dana berbasis syariah dengan cara mudah dan terjangkau. Hal-hal di atas inilah yang mendasari dibentuknya Xdana Syariah, aplikasi khusus reksa dana syariah bagi masyarakat.
Untuk itu, aplikasi Xdana Syariah diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan para investor pasar modal yang ingin berinvestasi pada produk-produk reksa dana syariah.
Dengan men-download aplikasi Xdana Syariah melalui Play Store atau Apps Store, investor dapat langsung memulai investasi dan memilih produk-produk reksa dana syariah yang tersedia sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.
“Minimum investasi dimulai dari Rp.10.000 saja, dan tidak dikenakan biaya investasi. Aplikasi Xdana Syariah juga memuat fitur analisa dan monitoring yang komprehensif,” ujarnya .
Di acara tersebut, juga dihadiri oleh Hasan Fawzi (Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia), Fadila Kartikasasi (Direktur Pasar Modal Syariah OJK), Mohammad Suryadi (Komisaris Utama PT Xdana Investa Indonesia), Djoko Koostanto (Komisaris PT Xdana Investa Indonesia), Li Ming Suryaputra dan Imas Suryati Sihombing (Direktur PT Xdana Investa Indonesia).
Tomy
