Jakarta, TopBusiness – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengaku kinerja selama kuartal I-2018 mengalami penurunan sedikit dari sisi laba bersih dari periode sebelumnya. Hal inilebih dipicu karena masih tingginya beban operasional.
Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD), Sandy Permadi mengungkapkan, penurunan laba bersih perseroan di kuartal I-2019 lalu menjadi Rp88,76 miliar. Meski pun pendaoatan sendiri masih positif.
“Pada kuartal pertama tahun ini bisnis kami bertumbuh di top line, tetapi ada tekanan di bottom line yang disebabkan peningkatan biaya-biaya operasional,” kata Sandy usai RUPS Tahunan BIRD di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/5/2019).
Pada kuartal I-2019 nilai pendapatan BIRD sebesar Rp976,75 miliar atau meningkat tipis dibandingkan periode yang sama di 2018 sebesar Rp973,38 miliar. Hanya laba bersih di triwulan pertama tahun ini yang tercatat menurun menjadi Rp88,76 miliar. Hal sama saja anjlok dibanding raihan di Kuartal I-2018 yang mencapai Rp98,92 miliar.
Sandy memaparkan, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan sejumlah biaya operasional BIRD. Pada kuartal I-2019, beban usaha perseroan mencapai Rp163,45 miliar atau melambung dibanding beban usaha di tiga bulan pertama 2018 yang senilai Rp139,4 miliar.
Perlu diketahui, laba per saham BIRD di kuartal pertama tahun ini menurun menjadi Rp36 per unit. Sandy menambahkan, pada RUPS Tahunan hari ini para pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp182,6 miliar atau setara dengan Rp73 per saham.
Menurut Sandy, pada tahun ini perseroan juga mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,5 triliun. Dia menyebutkan, pada tahun ini BIRD akan menyediakan Rp350 miliar untuk pengadaan dan peremajaan armada.
Penulis: Tomy
