Jakarta,TopBusiness – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memastikan akan terus meningkatkan kapasitas produksi tepung terigu dan mie instannya. Untuk itu, INDF akan menambah kapasitas terpasang produksi tepung terigu di pabrik Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Rencananya perseroan juga membangun fasilitas produksi di Cibitung, Jawa Barat. Menurut Fransiscus Welirang, Direktur INDF, untuk fasilitas produksi tepung terigu yang berada di Tanjung Priok terdapat tiga line yang ditingkatkan kapasitasnya.
“Memang ada pengantian mesin lama, sehingga terdapat penambahan 1.200 ton per hari untuk penggilingan. Dan saat ini sudah ada dua line yang berjalan, untuk line ketiga akhir tahun ini akan berproduksi,” jelas Franky, sapaannya, di Jakarta, ditulis Senin (27/5/2019).
Dia menegaskan, INDF juga dalam tahap membangun pabrik tepung terigu di Cibitung. Saat ini, kata dia, pemasangan tiang pancang sudah selesai dan diperkirakan pembangunan pabrik selesai pada akhir tahun depan. Dengan pabrik baru itu, akan ada tambahan kapasitas produksi 1.500 ton per hari.
Dan posisi sekarang, kata dia, kapasitas produksi tepung terigu grup Indofood sekitar 3,1 juta ton per tahun.
“Di kuartal I-2019 lalu, kebutuhan bahan baku terigu untuk mi instan naik 8% dalam periode Januari hingga Mei 2019 itu. Sehingga jika kebutuhan terigu naik, maka bisa dipastikan produksi mie instan juga ikut naik.
Sekadar informasi, kinerja INDF di kuartal I-2019kian oke. Untuk pendapatan naik 8,73% menjadi Rp 19,17 triliun. Atau naik dari periode sebelumnya sebesar Rp 17,63 triliun. Bahkan, laba bersih INDF meningkat 13,5% menjadi Rp 1,35 triliun dari sebelumnya Rp 1,19 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan INDF kuartal I-2019 pendapatan terbesar Indofood masih berasal dari produk konsumen bermerek yang mencapai total Rp 10,75 triliun. Penjualan segmen ini tumbuh 13,28% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu yang mencapai Rp 9,49 triliun.
Penjualan Bogasari kepada pelanggan eksternal pun naik 15,91% menjadi Rp 4,59 triliun. Segmen agribisnis mencatat kenaikan penjualan kepada pelanggan eksternal sebesar 3,70% menjadi Rp 2,80 triliun dari sebelumnya Rp 2,70 triliun. Sedangkan pendapatan distribusi INDF turun menjadi Rp 1,03 triliun dari sebelumnya Rp 1,48 triliun.
Penulis: Tomy
