Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) sepanjang tahun lalu cukup berat dengan banyak tantangan, seperti terkait suku bunga tinggi.
Namun tahun ini, perseroan melihat tahun 2019 ini masih penuh tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satunya karena tahun ini adalah tahun politik dengan digelarnya proses Pemilu lalu, Pilpres dan Pileg, yang hingga kini masih memanas.
“Sehingga proyeksi keuangan kami di 2019 ini ada revisi ke bawah. Karena ada kondisi tahun politik dan masih adanya ketidakpastian,” papar Direktur Utama Batavia Prosperindo Trans, Paulus Handigdo, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung Bursa Efek Indonesia, ditulis Selasa (28/5/2019).
Menurutnya, ketidakpastian itu selain masalah politik juga terkait dengan suku bunga dan nilai tukar yang masih ada perkembangan di level tnggi, kendati tak sedrastis tahun sebelumnya.
Namun meski begitu, kata dia, perseroan tetap mematok target pendapatan yang akan bertumbuh sebanyak 40,18% menjadi Rp 185,28 miliar dari perolehan tahun 2018 yang di angka Rp 132,17 miliar.
“Dan hingga kuartal I-2019, kami sudah mengantongi pendapatan sebanyak Rp 40,70 miliar tumbuh 56,78% dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 25,96 miliar. Dengan laba neto tahun berjalan sebesar Rp 3,47 miliar naik 36,08% dari kuartal I-2018 Rp 2,55 miliar,” jelas dia.
Pertumbuhan tersebut, kata dia, karena memang adanya peningkatan unit yang ada saat ini. Pada tahun ini, mereka akan menambah 420 unit. Dengan nilai satu unitnya membutuhkan dana sekitar Rp 250 juta.
Dengan kebutuhan dana tersebut, kata dia, pihaknya tetap akan mengandalkan pinjaman dari perbankan sebanyak 80% dan sisanya dari kas internal.
“Apalagi kami juga akan ekspansi pemasaran ke wilayah Kalimantan. Sehingga membutuhkan dana besar. Meski tahun ini penuh tantangan tetap optimistis,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
