TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

VIVA Masih Merugi Kuartal I 2019

Achmad Adhito
30 May 2019 | 09:59
rubrik: Capital Market
Ramadan Dorong Belanja Iklan dan Konsumsi

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Kinerja PT Visi Media Asia, Tbk. (VIVA) sepanjang kuartal I-2019 memang tak menggembirakan. Hal ini terlihat dari penurunan pendapatan bersih selama tiga bulan pertama itu. Dan masih mengalami rugi bersih per akhir Maret 2019 itu.

Menurut sekretaris perseroan, Neil R. Tobing, penurunan kinerja itu memang mulai dirasakan sejak semester II-2018 lalu. Hal ini karena dipicu oleh kondisi politik selama perhelatan Pemilu lalu itu.

“Penurunan itu mulai sejak semester II lalu. Di mana belanja iklan menurun karena antisipasi dari adanya pemilu (pemilihan umum). Sehingga hal itu membuat kita harus efisiensi,” kata dia usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta (29/5/2019).

Efisiensi itu, kata dia, terhadap program-program yang ada. Selama kuartal I itu, banyak program yang dikombinasikan dengan yang lain untuk melakukan efisiensi.

Meski demikian, dirinya sangat yakin sampai akhir tahun kinerja perseroan bakal semakin positif. Apalagi selama bulan Ramadan ini disebutnya mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Perseroan pun ingin mengulang kejayaan di 2017 lalu ketika TVOne dan ANTV menjadi televisi terbaik nomor pertama dan kedua.

“Insya Allah pasar akan tumbuh. Dan sudah terlihat selama puasa ini bertumbuh signifikan. Kami berharap tahun ini akan lebih baik. Dan kita harap bisa tumbuh di atas industri seperti 2017 lalu,” tegasnya.

Seperti diketahui, selama kuartal I itu VIVA mencatatkan pendapatan bersih Rp522,96 miliar atau turun 16,39% year on year (yoy).

Sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari pendapatan iklan yang mencapai Rp521,25 miliar. Atau menurun 16,49% dari tahun lalu di periode yang sama yang sebesar Rp624,18 miliar.

Sementara pendapatan dari noniklan justru naik 29,25% dari sebelumnya tercatat Rp1,32 miliar menjadi Rp1,71 miliar. Dengan kondisi itu, VIVA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 88,9 miliar. Atau menurun 1,84% dari Rp90,58 miliar secara yoy.

Sementara itu, Presiden Direktur VIVA, Anindya Novyan Bakrie mengaku banyak tantangan yang dihadapi industri media televisi seiring dengan revolusi digital di Indonesia. Untuk itu, industri televisi free-to-air (FTA) harus bisa eksis dengan syarat menyajikan konten menarik dan relevan yang dapat dinikmati di berbagai platform, sehingga menambah jangkauan pemirsa.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Turun sebab Pasar Global

“VIVA juga tidak menutup mata dalam menghadapi tantangan ini. Faktanya dalam beberapa tahun ini, kami telah melakukan persiapan guna menyambut revolusi digital,” ujar dia.

Memang selama 2018 lalu, menjadi tantangan berat industri televisi FTA. Data Media Partnership Asia, belanja iklan TV hanya meningkat sedikit dengan laju pertumbuhan satu digit di level bawah yakni 2,6%.

Sementara persaingan media digital terus meningkat sejak dengan perubahan pola konsumsi media di global. Menurut survey Nielsen, lebih dari 95% pemirsa media di Indonesia terbiasa mengonsumsi media secara bersamaan melalui lebih dari satu saluran, televisi dan internet.

Penulis: Tomy

Tags: saham vivavisi media asia
Previous Post

Dividen Indofood 50% Laba Bersih

Next Post

Akuisisi Katering Online, Yummybox Perkuat Eksistensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR