Jakarta, TopBusiness – Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak akan memprioritaskan pembangunan jalan tol dalam pengembangan infrastruktur tahun 2020.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, dari dana anggaran Rp 38,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tahun 2020 itu, alokasi terbesar dipakai untuk pembangunan jalan umum atau arteri, bukan tol.
Adapun anggaran pembangunan jalan tol hanya dialokasikan sebesar Rp 1,54 triliun. “Anggaran tol akan dialokasikan untuk pembangunan Tol Cisumdawu, Tol Serang-Panimbang, dan pengadaan tanah tol. Anggaran tersebut hanya dipakai untuk membangun tol sepanjang 5 km,” kata Basuki dalam Rapat Kerja di Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (12/6).
Sementara anggaran terbesar Ditjen Bina Marga dipakai untuk rehabilitasi jalan arteri di perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia, Sumatera Selatan, Maluku, dan Sulawesi Utara sepanjang 5.344 km dengan anggaran Rp 15,33 triliun.
Kemudian Kementerian PUPR juga menganggarkan Rp 6,34 triliun untuk pembangunan jalan baru di Trans Papua, Jalur Pantai Selatan Jawa, Bypass Mandalika Lombok, hingga Lingkar Utara Brebes sebesar Rp 6,34 triliun.
