Jakarta, TopBusiness – Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini mengkritik kebijakan pemerintah yang akan memberi lampu hijau terhadap masuknya maskapai penerbangan asing ke pasar Indonesia. Pasalnya kebijakan ini bisa berdampak negatif ke perekonomian nasional.
Menurutnya, transportasi penerbangan adalah urat nadi ekonomi nasional dan penting bagi dunia usaha. Sehingga jika transportasi ini tidak efisien dan mahal, maka ada pengaruhnya terhadap ekonomi nasional.
“Selama ini industri penerbangan sudah bersaing secara sehat selama dua dekade dan itu menandakan industri kita mampu lebih baik dari negara-negara lain. Jika pasar dibuka secara gegabah, maka banyak kerugian yang akan diperolah dimana manfaat pasar dalam negeri yang besar akan dinikmati asing,” cetus dia di Jakarta, Senin (17/6/2019).
Kata dia, kepentingan untuk membuat industri bersaing, harga tiket murah dan menjaga potensi nasional agar tidak merugikan kepentingan bangsa harus dijaga secara bersamaan.
“Sehingga tidak boleh hanya salah satu dijadikan dasar untuk membuat kebijakan nasional. Karena untuk membuat harga tiket murah dan efisien, maka pasar industri ini dikorbankan,” ungkapnya.
Menurutnya, para pelaku bisnis tidak mendapat kesempatan untuk membangun industri dan pelaku usaha yang sehat jika solusinya gegabah hanya dengan cara mengundang maskapai asing, tapi melupakan akar masalahnya.
“Kerugian tersebut akan terlihat pada akumulasi pendapatan primer Indonesia dan akan lebih meningkatkan defisit jasa dan defisit neraca berjalan nasional,” ujar dia.
Kata dia, masalah ini adalah masalah krusial yang sudah hampir setengah abad dan defisit itu memburuk selama 4 tahun terakhir ini.
“Jika cara kebijakan ini dilakukan, maka pemerintah telah membangun fondasi ekonomi yang rapuh ke depan. Kerugian masa depan akan jauh lebih besar jika pemerintah menjalankan kebijakan instan yang gegabah seperti ini,” kritiknya.
Penulis: Tomy
