TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indef: Masuknya Maskapai Asing Bisa Berdampak Negatif

Busthomi
17 June 2019 | 14:51
rubrik: Business Info
Kenaikan Harga Avtur Pangkas Laba Maskapai Global

Jakarta, TopBusiness – Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini mengkritik kebijakan pemerintah yang akan memberi lampu hijau terhadap masuknya maskapai penerbangan asing ke pasar Indonesia. Pasalnya kebijakan ini bisa berdampak negatif ke perekonomian nasional.

Menurutnya, transportasi penerbangan adalah urat nadi ekonomi nasional dan penting bagi dunia usaha. Sehingga jika transportasi ini tidak efisien dan mahal, maka ada pengaruhnya terhadap ekonomi nasional.

“Selama ini industri penerbangan sudah bersaing secara sehat selama dua dekade dan itu menandakan industri kita mampu lebih baik dari negara-negara lain. Jika pasar dibuka secara gegabah, maka banyak kerugian yang akan diperolah dimana manfaat pasar dalam negeri yang besar akan dinikmati asing,” cetus dia di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Kata dia, kepentingan untuk membuat industri bersaing, harga tiket murah dan menjaga potensi nasional agar tidak merugikan kepentingan bangsa harus dijaga secara bersamaan.

“Sehingga tidak boleh hanya salah satu dijadikan dasar untuk membuat kebijakan nasional. Karena untuk membuat harga tiket murah dan efisien, maka pasar industri ini dikorbankan,” ungkapnya.

Menurutnya, para pelaku bisnis tidak mendapat kesempatan untuk membangun industri dan pelaku usaha yang sehat jika solusinya gegabah hanya dengan cara mengundang maskapai asing, tapi melupakan akar masalahnya.

“Kerugian tersebut akan terlihat pada akumulasi pendapatan primer Indonesia dan akan lebih meningkatkan defisit jasa dan defisit neraca berjalan nasional,” ujar dia.

Kata dia, masalah ini adalah masalah krusial yang sudah hampir setengah abad dan defisit itu memburuk selama 4 tahun terakhir ini.

“Jika cara kebijakan ini dilakukan, maka pemerintah telah membangun fondasi ekonomi yang rapuh ke depan. Kerugian masa depan akan jauh lebih besar jika pemerintah menjalankan kebijakan instan yang gegabah seperti ini,” kritiknya.

BACA JUGA:   Forum Kapasitas Nasional III 2023 Bukukan Kontrak Rp 20,2 Triliun

Penulis: Tomy

Tags: indefmaskapai penerbangan
Previous Post

Rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua Tingkatkan Kapasitas Pasokan Air Baku

Next Post

IHSG Anjlok 0,96 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR