TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Listing Perdana, Saham SFAN Langsung Auto Reject

Busthomi
19 June 2019 | 14:16
rubrik: Capital Market
Hari Ini, Transaksi Saham Bernilai Rp 6,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham SFAN. Namun dalam pencatatan perdana ini, saham perseroan langsung terkena auto reject batas atas.

Dalam proses listing itu, saham SFAN naik 69,15 persen ke Rp 318 per saham dari harga perdana Rp188 per saham. Dengan frekuensi transaksi sebanyak 1 kali dan volume perdagangan 10 kali mencatatkan nilai sebanyak Rp318 ribu. Sehingga kenaikan tinggi itu langsung terkena auto reject atas.

Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 212.500.000 saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

“Dengan harga saham baru yang ditawarkan di Rp188/saham itu maka keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp39,95 miliar,” ujar Presiden Direktur SFAN, Hary Herdiyanto, di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Bersamaan dengan IPO ini, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I “Waran” yang diberikan secara cuma-cuma bagi investor yang melakukan pemesanan saham pada pasar perdana.

Jumlah Waran yang diberikan seluruhnya berjumlah 297.500.000 dimana setiap 5 pemegang saham akan mendapatkan 7 Waran yang dapat ditukarkan menjadi saham pada harga pelaksanaan Rp235 per saham, dengan nilai keseluruhan Rp.69,91 miliar.

“Sehingga total dana IPO dan pelaksanaan Waran diharapkan mencapai Rp109,85 miliar,” ujar dia.

Hary menambahkan, dari dana IPO ini, perseroan akan menggunakan sekitar 58% untuk memperkuat permodalan pada entitas anak, yakni PT Surya Fajar Sekuritas (SFS) dan PT Bursa Akselerasi Indonesia (indofund.id) dan sisanya sebesar 42% untuk kegiatan investasi dan modal kerja
Perseroan.

Sedangkan, dana hasil pelaksanaan Waran nantinya akan dipergunakan seluruhnya untuk kegiatan investasi khususnya pada marketable securities.

BACA JUGA:   Prodia Hadirkan Diagnosis Baru Leukemia Akut

“Kami berharap dana IPO ini akan mempercepat pengembangan usaha Perseroan secara exponensial, dimana sebagian dana tersebut nantinya akan digunakan oleh Entitas Anak untuk meningkatkan, memperbaiki dan memperkuat system informasi dan teknologi yang ada, guna meningkatkan daya saing group Perseroan di era digital saat ini,” ujar Hary Herdiyano.

Evie Feniyanti, Direktur Keuangan Perseroan menambahkan, IPO ini akan semakin memperkuat struktur permodalan, meningkatkan good corporate governance dan membuka akses lebih luas terhadap sumber pendanaan alternatif yang berasal dari pasar modal.

Dalam beberapa tahun terakhir, group perseroan mencatatkan beberapa pencapaian strategis antara lain, diperolehnya tanda terdaftar P2P lending
indofund.id, ijin perdagangan efek oleh SFS dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penawaran Umum Perseroan.

Penulis: Tomy

Tags: ipolisting
Previous Post

Sesi Satu: IHSG Naik

Next Post

TMAS Optimistis Raih Pendapatan Rp 2,6 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR