Jakarta, TopBusiness – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pre-penjualan (marketing sales) hingga Mei 2019 mencapai Rp 2 triliun atau setara 50 persen dari target di tahun ini mencapai Rp4 triliun.
Menurut Direktur Utama SMRA, Adrianto P. Adhi, pencapaian pra penjualan di tahun ini dilakukan dengan strategi yang lebih baik dari tahun lalu. Sehingga pihaknya yakin target tersebut bisa tercapai.
“Apalagi saat ini pasca proses Pemilu investor mulai berburu properti lagi. Dengan begitu angka tersebut bisa tercapai. Ditambah produk high end kami akan selesai,” tutur dia usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis (20/6/2019).
Beberapa strategi yang dia maksud adalah, menciptakan kemudahan pembayaran dan kerja sama dengan pihak bank, proses pembayaran DP (uang muka) yang dicicil, kolaborasi dengan developer lain terkait pembayarancash bertahap, dan sebagainya.
Dari target pra pendaftaran jualan itu, kata Adrianto, komposisi kontributornya masih didominasi pendapatan dari Summarecon Serpong mencapai 50 persen. Sedang sisanya berasal antara lain dari Summarecon Bekasi, Summarecon Karawang, Summarecon Bandung, dan Summarecon Makasar.
“Kondisi ini karena dipicu oleh kondisi Serpong yang wilayahnya luas dan di daerah sekitarnya sudah bertumbuh. Ditambah adanya sinergi dengan pengembang lainnya. Sehingga demand di sana cukup tinggi,” paparnya.
Dengan kondisi demikian, maka perseroan mematok target pertumbuhan laba dan pendapatan di tahun ini naik antara 5-8 persen. “Kami optimistis tercapai karena dipicu antara lain, adanya relaksasi perpajakan seperti PPNBM (PPN Barang mewah). Sehingga bisa melewati estimasi ini,” katanya.
Untuk diketahui, tahun lalu SMRA berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp690,6 miliar. Atau naik 30% dari tahun sebelumnya.
Unit bisnis pengembangan properti masih merupakan kontributor terbesar bagi Perusahaan yaitu 61% dari total pendapatan, dengan nilai sebesar Rp3.435 miliar. Memang turun sebesar Rp167 miliar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 milyar.
“Meskipun pendapatan lebih rendah, Perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 miliar (9%) menjadi Rp954 miliar dari Rp875 miliar pada tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sementara terkait dengan hasil RUPST ini, Diputuskan pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih Perseroan.
Selain itu, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Ir. Soetjipto Nagaria : Komisaris Utama
Harto Djojo Nagaria : Komisaris
Drs Edi Darnadi : Komisaris Independen
Lexy Arie Tumiwa : Komisaris Independen Ge Lilies Yamin : Komisaris Independen
Dewan Direksi
Adrianto P. Adhi : Direktur Utama
Liliawati Rahardjo : Direktur
Soegianto Nagaria : Direktur
Herman Nagaria : Direktur
Sharif Benyamin : Direktur
Lidya Tjio : Direktur
Nanik Wldjaja : Direktur
Jason Lim : Direktur
Penulis: Tomy
