TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saham DMS Propertindo Ditawarkan Rp 150-Rp 200

Busthomi
21 June 2019 | 15:20
rubrik: Business Info
Asing Kembali Masuk, IHSG Justru Tergelincir ke 5.882

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT DMS Propertindo Tbk (DMS) yang bergerak dalam bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel, siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui jalur Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Lewat aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 933.000.000 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per lembar sahamnya.

“Adapun kisaran harga yang ditetapkan di IPO ini antara Rp150-Rp200 per lembar sahamnya” ungkap Direktur Utama DMS, Muhamad Prapanca, kepada calon investor di Padjajaran Suite Resort & Convention Hotel, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/6/2019).

Bersamaan dengan Penawaran Umum ini, kata dia, perseroan juga melaksanakan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebanyak Rp270.161.947.504 atau Rp270,16 miliar.

Waran Seri I ini bakal diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan.

“Dan setiap pemegang 3 saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 waran dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portapel,” tegasnya.

Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun. Waran Seri I sebanyak-banyaknya 2.871.750.000 Waran Seri I yang menyertai penerbitan saham baru adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100 setiap sahamnya.

Dan dengan harga pelaksanaan sebesar 125% dari harga penawaran, yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 10 Januari 2020 sampai dengan 8 Juli 2022.

“Akan tetapi pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham termasuk hak dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila Waran Seri I tak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku,” jelas Prapanca.

BACA JUGA:   Siap-siap, TOP Human Capital Awards Digelar Oktober 2023

Saham yang ditawarkan dalam rangka IPO itu dan pelaksanaan hasil konversi OWK, lanjut dia, akan memberikan kepada pemegangnya hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Termasuk hak atas pembagian dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi, hak untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) dan UU Penanaman Modal (UU PM).

Untuk aksi korporasi ini, DMS menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. Periode penawaran awal (book building) akan berlangsung pada tanggal 18 Juni 2019, dengan perkiraan tanggal efektif pada 27 Juni 2019.

“Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 2-3 Juli 2019 dan pencatatan perdana saham (listing) di BEI ditargetkan pada 9 Juli 2019,” jelasnya.

Melalui hasil IPO ini, perseroan berencana mengalokasikan dananya sebesar Rp100 miliar untuk pembelian lahan potensial di daerah Jawa Barat. Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja sebagai dana operasional perseroan atau entitas anak yaitu PT Padjadjaran Raya dalam bentuk penyertaan modal.

Sekadar informasi, ditilik dari kinerjanya, pendapatan usaha DMS sepanjang 2018 sebesar Rp 170 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp138 miliar alias naik sebesar 424,71% dari pendapatan usaha perseroan di 2017 sebesar Rp 32 miliar.

“Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penjualan tanah, juga adanya penjualan unit rumah dan pendapatan dari hotel,” tandas dia.

Untuk laba tahun berjalan, hingga 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp13 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp2 miliar atau sebesar 18,61% dari laba tahun berjalan tahun sebelumnya sebesar Rp11 miliar. Hal ini terutama disebabkan sebagai dampak langsung dari penjualan yang meningkat.

BACA JUGA:   Berita Foto: Kerja Sama Bank Mandiri dan KSEI untuk Akses

Sementara untuk jumlah aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp 1.227 miliar atau Rp1,2 triliun. Ini meningkat sebesar Rp70 miliar atau naik 6,02% dari sebelumnya Rp 1.158 miliar secara year on year (yoy).

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai piutang usaha atas penjualan tanah,” tandas dia.

Saat ini, DMS melalui entitas anak telah memiliki persediaan tanah yang sedang dan akan dikembangkan, antara lain: pertama, tanah seluas 1,8 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang sedang dikembangkan menjadi rumah tapak melalui entitas anak DMS Graha.

Kedua, tanah seluas 49,2 hektar yang berlokasi di Samarinda yang rencananya akan dikembangkan rumah tapak dan area komersial melalui entitas anak DMSPS; dan ketiga, tanah seluas 1,4 hektar yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan yang rencananya akan dikembangkan menjadi apartemen melalui entitas anak DMS Laguna.

Penulis: Tomy 

Tags: DMS Propertindo
Previous Post

Readboy Buka Peluang Kemitraan Bisnis Mie

Next Post

OJK Cabut Izin Usaha BPR Legian Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR