TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Vivendi Bakal Masuk ke MNCN Lewat Saham MVN Setelah IPO Nanti

Agus Haryanto
26 June 2019 | 13:19
rubrik: Capital Market
MNC Rombak Jajaran Komisaris

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemilik konglomerasi MNC Group, Hary Tanoesudibjo membantah kabar yang menyebutkan bahwa perusahaan asal Perancis, Vivendi melalui anak usahanya, Canal+ akan menempatkan dana di PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Menurut Hary Tanoe, tidak ada urusan sama sekali antara Vivendi dengan MNCN. Apalagi MNC itu bisnisnya FTA (free to air) dan konten. “Jadi, dari awal sampai hari ini tidak ada kaitannya dengan Vivendi,” cetus Hary Tanoe usai RUPS Tahunan PT MNC Investama Tbk (BHIT) di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Hary Tanoe mengakui, Vivendi melalui Canal+ sempat melakukan negosiasi dengan sister company MNCN, yaitu PT MNC Vision Networks (MVN) yang merupakan anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

“MVN sendiri merupakan sister company MNC Tbk di bidang usaha televisi berbayar dan sebentar lagi bakal IPO,” ucapnya.

Vivendi merupakan perusahaan asal Perancis dengan bidang usaha Pay TV, sehingga,kata dia, lebih mirip dengan MVN. “Vivendi bisnis modelnya pay TV, bukan bisnis seperti yang dijalankan MNC Tbk,” tegas Hary Tanoe lagi.

Namun demikian, Hary Tanoe enggan menjelaskan terkait isi negosiasi antara MVN dan Vivendi. “Vivendi sudah mengajukan melalui Canal+. Makanya MVN sudah siap go public. Jadi, akan memudahkan investor asing itu masuk ke MVN. Obyek diskusi Vivendi adalah MVN, jadi tidak ada urusan dengan MNC Tbk,” paparnya.

Seperti diketahui, MVN telah melakukan public expose terkait rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak-banyaknya 3.522.000.000 atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Kisaran harga saham ditawarkan Rp231-Rp243 per unit.

Pada RUPS Tahunan BHIT, perseroan menyetujui tidak membagikan dividen, sehingga laba bersih 2018 akan ditempatkan sebagai laba ditahan. Sedangkan, RUPS Luar Biasa menyetujui  dan menegaskan pemberian wewenang kepada direksi terkait pelaksanaan Management and Employee Stock Option (MESOP) sebanyak-banyaknya 778.042.132 saham.

BACA JUGA:   BEI Suspensi ASLI pada 6 Oktober

 

(Tomy)

Previous Post

Jokowi Minta HT Kembangkan Kawasan Mandalika

Next Post

Catatan Jasa Marga soal Arus Mudik-Balik Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR