“Sukses itu bisa diraih oleh siapa saja, yang pertama tentunya selalu memohon ridho dari Allah Swt dan juga penting ridho dari suami dan keluarga, karena tanpa ridho dari suami dan keluarga, kesuksesan yang kita hasilkan belum tentu menjadi kebahagiaan bagi mereka.”
Itulah kiat sukses dari Endah Watiningsih, pengusaha perusahaan distributor medical equipment, alat laboratorium dan properti yang diungkapkan dalam acara talkshow bertajuk “The Power of Women” di Jakarta, baru-baru ini. Selain seorang pengusaha, Endang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan Pegadaian (IIKP) serta ketua umum Gerakan Indonesia Bersih Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN.
Kiat sukses lainnya, kata Endang, bekerja harus fokus pada tujuan serta harus siap dengan rintangan dan juga harus hemat. Pelajaran kecerdasan keuangan dari motivator serta mentor Tung Desem Waringin telah terpatri dalam kesehariannya, terutama terkait active income, passive income, portofolio income telah ia praktikan.
Perempuan yang memiliki motto ‘bisa bermanfaat buat orang banyak’ ini telah memotivasi dirinya siap berpahit-pahit dulu. Endah Watiningsih menceritakan percakapan antara lantai dan patung. Lantai mengeluh karena patung selalu diperlakukan istimewa, dielus-elus , difoto dan dilihat dengan mata sayang dan kagum. Sementara aku, kata lantai, selalu diinjak, bahkan pada saat dibersihkan badanku di sikat, sementara patung dimandikan dengan halus.
Patung kemudian mengingatkan pada lantai bahwa kondisi dirinya seperti ini karena dirinya melewati hal yang sakit, dipahat untuk dibuat hidung yang bagus, dipahat dibuat bibir yang indah, semua itu sakit. “Tapi patung bertahan karena percaya sakit yang sekarang akan membuahkan hasil yang manis,” ujar Endah menceritakan perumpamaannya.
Selain dirinya, pembicara lain dalam talkshow itu adalah Ratih Sanggarwati (model era 80-an, pemain sinetron, pendidik dan juga pendiri dan ketua umum dari Komunitas Ibu Cerdas Indonesia serta anggota Komisi X DPR). Tampil juga sebagai pembicara adalah Indah Surya Dharma Ali yang juga seorang pengusaha, pendiri dan ketua umum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi (P2LPI) yang juga seorang anggota DPR .
Sebagai istri dari direktur utama PT Pegadaian, Endah Watiningsih pun mensupport program yang dilakukan oleh PT Pegadaian melalui program Indonesia Bersih. Ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN berkolaborasi dengan masyarakat sekitar pantai membersihkan sampah plastik. Hasil sampah plastik tersebut dibersihkan dan dikumpulkan kemudian ditimbang di bank sampah yang merupakan hasil CSR PT Pegadaian.
Bank sampah menghargai Rp 2.000 setiap kilogram sampah plastik yang berupa tabungan Emas. Program ini dinamakan ‘Clean&Gold’. Hal ini dilakukan untuk menggugah minat masyarakat mengumpulkan sampah plastik yang sudah sangat memprihatinkan karena lautan Indonesia tercemar sampah plastik nomer dua dari berbagai negara di seluruh dunia. (nrd)


