Jakarta, TopBusiness – PT Golden Flower Tbk (POLU) pada hari ini secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-17 di tahun 2019 ini. Di perdagangan pertama saham POLU langsung terkerek 50 persen.
Dalam perdagangan awal, saham POLU sempat stagnan selama kurang lebih 3 menit, setelah rentang waktu tersebut, saham POLU langsung meroket naik 50% atau 144 poin ke level Rp432 dari harga pembukaan awal Rp288 per lembar saham.
Dalam level tersebut saham POLU ditransaksikan sebanyak 1 kali frekuensi dengan 5 volume lot saham dengan nilai mencapai Rp216 ribu.
Emiten garmen ini fokus memproduksi pakaian premium global dengan merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle itu akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 20% dari total modal yang ditempatkan atau disetor penuh perseroan.
“Harga penawaran ditetapkan Rp288 setiap saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebesar Rp43,2 miliar,” jelas Presiden Komisaris POLU, Positif Sun Kok di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/8/2029).
Nantinya, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.
Pada 2018, Golden Flower mencatatkan penjualan sebesar Rp438,46 miliar atau naik 0,16% secara tahunan.
Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar, sedangkan Rp23,05 miliar lainnya berasal dari penjualan lokal.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan pada tahun lalu sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,39% secara tahunan.
Golden Flower saat ini mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja di delapan fasilitas produksi yang terdiri dari lima sewing unit, penyimpanan kain, cutting unit, dan finishing unit, serta keseluruhan jumlah mesin garmen sebanyak 4.080 unit.
Perusahaan memproduksi 900 ribu potong pakaian mulai dari kemeja, blus, gaun, rok, dan seragam per bulan. “Kami ingin memainkan peran penting dalam membantu industri garmen Indonesia menjadi pemain kelas dunia,” katanya.
POLU sendiri saat ini mengeskpor 85 persen garmennya ke AS dan 15 persen sisanya ke Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan pasar Asia lainnya.
Seperti diketahui, industri garmen dan tekstil Indonesia diperkirakan akan terus membukukan pertumbuhan yang kuat pada 2019. Kengerian Perindustrian memperkirakan ekspor tekstil mencapai US$ 15 miliar dan menciptakan hampir 425 ribu lapangan kerja baru.
“Industri ini merupakan kontributor utama bagi sektor manufaktur negara ini,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
