TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dua Emiten Properti Bakal Terdampak Beban Kurs

Busthomi
3 July 2019 | 10:57
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) sepanjang 2019 ini masih bergerak di zona hijau, setelah di tahun lalu sangat fluktuatif. Namun begitu, ternyata ada beberapa emiten yang diprediksi masih akan terbebani dari laju kurs sepanjang tahun ini.

Dalam laporan dari Lembaga pemeringkat utang Moody’s Investors Service baru-baru ini menyebutkan, dari hasil riset terkait daya tahan emiten terhadap pergerakan mata uang asing, ternyata ada empat emiten yang masuk kategori itu. Dua di antaranya emiten properti yang memiliki utang kurs cukup besar.

Keempat emiten tersebut adalah PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Menurut analis Panin Sekuritas, William Hartanto, keempat emiten tersebut merupakan emiten yang paling berisiko terhadap pelemahan rupiah, karena mengantongi utang kurs. “Sehingga jika rupiah melemah, maka utang mereka akan semakin meninggi secara kurs,” tandas dia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Laju rupiah sendiri sejatinya di tahun ini bergerak positif. Mengutip Bloomberg, sepanjang semester I-2109 ini, pergerakan rupiah menguat tipis sebesar 1,74% ke angka Rp14.125. Namun jika ditilik secara year to date (ytd) sejak akhir 2018 lalu sampai hari ini, kurs rupiah terapresiasi 2,94% dari posisi sebelumnya di level Rp 14.568 per USD.

Pada perdagangan hari ini, rupiah dibuka di posisi Rp14.149 per USD atau melemah tipis 10 poin dari penutupan di sesi perdagangan kemarin di posisi Rp 14.139 per USD.

Lebih jauh dia menegaskan, jika rupiah pad akhirnya akan fluktuatif, tetap saja tak akan memengaruhi kinerja perseroan secara keseluruhan, terutama dari sisi keuangan. “Hanya saja yang terpengaruh itu beban utangnya yang relatif meninggi. Tapi kinerja keempat emiten itu masih tetap oke,” tegasnya.

BACA JUGA:   Saham BUMI, Salah Satu Rekomendasi Samuel Sekuritas Hari Ini

Namun begitu, beban utang yang bakal meninggi akibat kurs itu, kata dia, akan berdampak pada nilai saham keempat emiten tersebut yang bisa terjun bebas.

Dengan kondisi demikan, dia merekomendasikan agar para pelaku pasar itu untuk mengambil sikap wait and see terlebih dahulu hingga keempat perusahaan terbuka itu mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi pelemahan rupiah itu. “Misalnya melunasi utang dollar-nya sebelum terdepresiasi cukup lebar,” tandasnya.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu Moody’s Investors Service mengeluarkan hasil riset terbaru soal daya tahan emiten terhadap pergerakan mata uang asing. Dari 47 perusahaan Asia Selatan dan Asia Tenggara yang dirating Moody’s, lima di antaranya memiliki perlindungan minim jika mata uang lokal melemah hingga 20% terhadap USD.

Empat dari lima perusahaan yang berisiko jika mata uang lokal melemah tajam terhadap USD ini adalah emiten Indonesia yang disebutkan tadi.

“Mismatch nilai tukar signifikan pada BHIT dan GJTL karena lebih dari 65% utangnya dalam mata uang USD, tetapi mayoritas aliran kas adalah dalam mata uang lokal,” ungkap Moody’s dalam laporan yang diterima media itu.

Namun untuk LPKR dan ASRI, kata laporan itu, meski menggunakan lindung nilai finansial untuk melindungi pokok, kedua emiten itu juga berisiko memiliki leverage tinggi jika nilai tukar rupiah melemah lebih dari Rp 15.000.

Penulis: Tomy

Tags: emitenkurs rupiah
Previous Post

Pertamina Serap Minyak KKKS

Next Post

Tingkat Ketepatan Waktu Lion Air Membaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR