Jakarta, TopBusiness—Bursa saham global merespons positif pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di depan Kongres AS kemarin, yang mengonfirmasi dovish view The Fed.
Pernyataan Powell berkaitan dengan pengaruh ketegangan atas perang dagang AS-China dan kekhawatiran perlambatan ekonomi globalĀ semakin menekan prospek ekonomi AS ke depannya, menjadi highlight yang diutarakan. Serta mengindikasikan akan adanya pemotongan Fed rate dalam waktu dekat.
Dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa setelah pidato itu, Nasdaq naik +0,75% menjadi 8.202.
Diikuti S&P500 menguat +0,45% menjadi 2.993. Serta DJIA yang naik +0,29% menjadi 26.860.
IHSG pada Rabu kemarin menguat +0,35% menjadi 6.410. Indeks EIDO juga bergerak naik (+1,03%) dengan bursa Asia pagi ini bergerak menguat, di mana KOSPI naik +,1,01% dan Nikkei +0,09%.
Tim riset itu juga memaparkan bahwa berdasarkan Fed Dot Plot terakhir, delapan anggota The Fed mengekspektasi pemotongan tahun ini hingga ke level 2,4% dan tujuh anggota memprediksi ke level 1,9%.
Pun, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan pergerakan IHSG pada hari ini akan bergerak menguat didorong oleh sentimen dari global atas ekspektasi pemotongan Fed rate.
Sementara itu dari sisi domestik, pasar masih ditopang oleh saham perbankan serta properti yang cukup sensitif terhadap kebijakan tingkat suku bunga.
(Adhito)
