
Jakarta, businessnews.id — Agar industri dalam negeri tidak hanya menjadi penonton dalam Masyarakat Ekonomi Asean 2015, struktur industri dalam negeri perlu diperdalam. Itu terutama dengan melakukan hilirisasi. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian RI, Harjanto, di Jakarta hari ini.
“Kita berharap bagaimana memerdalam daripada struktur industri dalam negeri, kita tidak ingin mengekpor komoditas,” kata dia di acara pembukaan BME Expo di Kemayoran.
“Nah, dengan nilai tambah, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi,” terang dia.
Dalam kesempatan ini ia menyampaikan, pertumbuhan kinerja sektor industri pengolahan nonmigas pada semester I 2014 mencapai 5,49 persen lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen.
Sementara itu, ekspor produk industri pada periode Januari-Mei 2014 sebesar USD 48,69 miliar atau naik 2,59 persen dbandingkan periode yang sama tahun 2013.
Ekspor produk industri memberikan kontribusi sebesar 66,32 persen dari total ekspor nasional, namun neraca perdagangan produk industri pada Januari-Mei mengalami defisit sebesar USD 2,49 miliar.
Defisit ini, penjelasan dia lagi, telah menurun sebesar 72,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yang minus USD 8,49 miliar.
“Hal ini dikarenakan terjadinya surplus neraca perdagangan pada bulan Februari, Maret, dan Mei.” (Abdul Aziz)