Jakarta, TopBusiness – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian atau Kemenperin melakukan langkah strategis guna memacu ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia. Caranya, pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK dengan industri.
Dalam laman kemenperin.go.id, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S. A Cahyanto, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin, menyatakan bahwa hasil penyelarasan kurikum, Kemenperin bersama stakeholders telah selesai menyusun materi pembelajaran tambahan sebanyak 34 kompetensi keahlian bidang industri bagi siswa SMK. “Hasilnya ini sudah kami sampaikan kepada Kemendikbud, Dinas Pendidikan Provinsi terkait dan SMK yang bersangkutan,” ujarnya.
Kemenperin telah menggandeng sebanyak 855 industri dan 2.612 SMK dalam program pendidikan vokasi yang mengusung konsep link and match. Dari hasil ini, sebanyak 4.997 perjanjian kerja sama telah ditandatangani antara pihak industri dan SMK. Satu perusahaan bisa membina lebih dari satu SMK.
“Langkah berikutnya yang sudah kami jalankan, yaitu, peningkatan kompetensi guru produktif. Tujuannya adalah agar kurikulum hasil penyelarasan dapat diimplementasikan dengan baik,” tutur Eko.
Penulis : Agus H
