TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal II-2019, IHSG Merosot 1,70 Persen

Agus Haryanto
25 July 2019 | 13:09
rubrik: Capital Market
OJK Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan Berbasis IT

Jakarta, TopBusiness – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juli ini menyebut stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 memang dalam kondisi terjaga. Hal tersebut masih sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali.

Namun demikian, beberapa indikator terkini ekonomi global masih mengindikasikan perlambatan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat.

Menurut Ketua DK OJK, Wimboh Santoso, kondisi tersebut semakin meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan.

Sehingga berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets.

“Dan sejalan dengan perkembangan global tersebut, pasar keuangan domestik mencatatkan kinerja yang positif di semester I-2019,” tegas Wimboh di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Tercatat, untuk sektor pasar modal menurut data OJK, IHSG ditutup pada level 6.358,63 atau meningkat sebesar 2,65% di paruh pertama 2019, jika hingga 23 Juli 2019 ke posisi 6.403,81.

“Namun secara kuartalan di kuartal II-2019 ternyata IHSG turun 1,70% secara quartet to quartet (qtq),tapi hingga Juni 2019 naik 2,41% secara month to month (mtm). Dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp68,80 triliun. Di kuartal II Rp 56,67 triliun dan di Juni 2019 secara mtm sebesar Rp 10,96 triliun,” papar dia.

Kondisi positif tersebut, kata dia, terlihat dari korporasi yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 96,25 triliun selama enam bulan pertama itu. Yakni di kuartal II sebanyak Rp 68,28 triliun (qtq), Juni 2019 senilai Rp 41,48 triliun (mtm).

“Dengan jumlah emiten baru sebanyak 29 di paruh pertama itu, dengan ada 18 (per 22 Juli 2019) yang rencana penawaran umum (IPO) di pipeline,” tutur dia.

BACA JUGA:   RUPSLB KAEF Rombak Jajaran Pengurus dan Restui Gelar Rights Issue

Sejalan dengan itu juga terjadi penguatan di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari turunnya rata-rata yield SBN sebesar 57,64 bps. Dengan di kuartal II-2019 turun 19,67 bps (qtq) dan di Juni’19 turun 44,69 bps (mtm)

“Dengan investor nonresiden yang mencatatkan net buy sebesar Rp 95,50 triliun. Di Q2-nya sebanyak Rp 21,63 triliun (qtq) dan di Juni 2019 senilai Rp 39,19 triliun (mtm),” tegas Wimboh

 

 

Penulis : Tomy

Previous Post

Pengelolaan Keuangan BUMN Sangat Hati-Hati

Next Post

Vila dan Resort Baru Ini Hadir di Anyer

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR