Jakarta, TopBusiness—Dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini, Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi bahwa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, bergerak flat hari ini.
Ada beberapa penyebab hal tersebut. Yakni, sejumlah sentimen global seperti perkembangan pertemuan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Juga, ditunggunya kebijakan baru suku bunga The Fed/Bank Sentral AS.
Tentang kebijakan suku bunga The Fed tersebut, dalam hal ini para investor sedang menanti keputusan apakah The Fed akan menurunkan suku bunganya pada akhir Juli ini.
Di situ, masih 100% konsensus analis memperkirakan akan terjadi pemotongan suku bunga. Selain itu, arah kebijakan lanjutan apakah akan kembali memotong suku bunga di sisa tahun ini, juga dinantikan para investor.
Tentang negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok. Menteri keuangan AS dan kepala perwakilan dagang AS berkunjung ke Tiongkok dan menggelar negosiasi dagang yang dimulai kemarin dan akan berlangsung hingga hari ini. Namun sentimen negatif datang dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa pihak Tiongkok mengingkari janjinya dengan tidak menambah pembelian produk agrikultur AS. Namun pernyataan tersebut telah dibantah oleh Tiongkok. Hal ini membuat kekhawatiran tidak terjadinya kesepakatan dagang antara kedua negara tersebut.
Pagi ini, Nikkei dibuka negatif -0.64% serta Kospi -0.17% menyikapi perkembangan pertemuan AS-Tiongkok, serta menunggu kebijakan suku bunga The Fed.
Pasar saham AS ditutup dengan kecenderungan turun tipis. Indeks S&P 500 -0.26%, Nasdaq -0.24% sedangkan Dow tercatat flat, hanya turun -0.09%.
(Adhito)
