Jakarta, TopBusiness—Untuk Juli 2019, kelompok administered prices kembali mencatat deflasi . Kelompok administered prices mencatat deflasi 0,36% (month to month/mtm) pada Juli 2019, lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,09% (mtm).
“Deflasi pada kelompok administered prices dipengaruhi berlanjutnya dampak kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara, serta koreksi tarif angkutan antarkota dan tarif kereta api setelah Hari Raya Idul Fitri,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, di Jakarta (1/8/2019).
Dijelaskan, secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 2,22% (year on year/yoy). Ini meningkatk dibandingkan dengan inflasi tahun sebelumnya sebesar 1,89% (yoy).
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2019 tetap terkendali. Inflasi IHK pada Juli 2019 tercatat 0,31% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,55% (mtm).
Penurunan inflasi didorong oleh inflasi kelompok inti dan volatile food yang terjaga serta deflasi kelompok administered prices.
Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK mencapai 2,36% (years to date/ytd) atau 3,32% (yoy) sampai dengan Juli 2019. Tidak banyak berubah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,28% (yoy).
Onny menjelaskan, ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memerkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil. Yang diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,5% dengan plus-minus 1% pada 2019.
(Adhito)
