Jakarta, TopBusiness—Colliers International merilis laporan riset terbaru properti global. Di situ, yang dibahas adalah penjelasan tentang dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, ke aliran modal internasional, dan tingkat keyakinan di pasar perkantoran sewa Asia.
Dalam siaran pers yang diterima Majalah TopBusiness semalam, Executive Director of Research Asia Colliers International, Andrew Hawkins, menjelaskan sejumlah hal. Antara lain bahwa tensi perang dagang naik terhadap properti Asia ke global, atau juga global ke Asia.
Bersamaan itu, sebenarnya tingkat suku bunga untuk aliran modal dari Singapura dan Korea Singapura ke pasar global, bagus.
”Sementara itu, aliran modal di internal Asia, sejauh ini masih bagus,” kata Hawkins.
Adapun Managing Director of Occupier Services Asia Colliers International, Sam Harvey-Jones, mengatakan bahwa di pasar sewa Asia, diprediksi adanya penurunan tingkat keyakinan di antara perusahaan berbasis teknologi di China Tenggara. Walau begitu, untuk jangka panjang, ada prospek bagus di situ.
Harvey-Jones mengatakan, pasar sewa di Shanghai dan Beijing terdampak oleh penundaan permintaan yang dikarenakan dua hal. Pertama, perang dagang. Dan yang kedua adalah pasokan baru yang berjumlah banyak.
Dia pun mengatakan, bila perang dagang berlanjut, Hong Kong akan lebih terdampak ketimbang China daratan.
(Adhito)
