TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SKK Migas Menyerah Kerjar Target Lifting Minyak Tahun Ini

Nurdian Akhmad
13 August 2019 | 11:44
rubrik: Business Info
SKK Migas Raih Akreditasi SNI Anti Suap

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan  lifting minyak dan gas tidak akan mencapai  target yang ditetapkan dalam APBN 2019. Batas kemampuan lifting minyak secara nasional hanya mencapai 755 ribu barel per hari (bph), di bawah target APBN 2019 sebesar 775 ribu bph.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan pihaknya akan mendorong terus Kontraktor Kontrak Kerjasama ( KKKS ) untuk mencari sumber migas lain agar lifting dapat terus dikejar sehingga dapat mendekati target. Meski diakuinya peluang itu cukup sulit dipenuhi.

“Kalau lifting, tercapai sih tidak, 97 persen – 98 persen kami usahakan dari target tahun ini kalau minyak. Kita dorong kejar terus, korek di mana aja. Seperti ExonMobil Banyu Urip masih bisa digenjot juga,” kata Fatar di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Lifting gas juga diproyeksi tidak akan mencapai target lantaran rendahnya serapan. Pada tahun ini lifting gas dipatok 7.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Salah satu faktor adalah batalnya penyerapan gas PT PLN (Persero) dari 17 kargo LNG (liquid natural gas) menjadi hanya enam kargo.

Meskipun pada akhirnya PLN berkomitmen akan menyerap lima kargo tambahan, SKK Migas sudah terlanjur memutuskan untuk melakukan penundaan produksi atau menurunkan produksi LNG sebanyak tiga kargo LNG. Selain itu, lanjut Fatar, harga LNG di pasar internasional juga memberikan pengaruh karena jika dipaksakan dijual di pasar spot para produsen gas akan menelan kerugian.

“Kalau gas itu kan sudah saya sampaikan, satu karena curtailment drop kargo (11 kargo), harga LNG juga lagi drop juga kan di luar,” ungkap Fatar.

BACA JUGA:   Era Awan Digital Hadirkan Eranyacloud Console

Masalah monetisasi gas menjadi salah satu fokus pembenahan SKK Migas. Integrasi antara produksi dan pengembangan lapangan akan dikejar sehingga komersialisasi gas bisa berjalan lebih optimal. Selain itu, kontrak jual beli gas (Gas Sales Agreement/GSA) juga akan diperbaiki agar para konsumen gas bisa tetap menjaga komitmen penyerapan gasnya.

Tags: migasskk migas
Previous Post

Pemerintah masih Optimis soal Pertumbuhan Ekonomi

Next Post

Obligasi Operator Tol Ini Raih Lagi Peringkat Tertinggi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR