Jakarta, TopBusiness – Sejumlah data ekonomi terbaru dari China dan Eropa menimbulkan kekhawatiran atas permintaan global, dan stok minyak terangkat. Sehingga, harga minyak mentah pun terdongkrak.
Pemerintah China mempublikasikan pertumbuhan produksi industri menyentuh level terendah, sebagai dampak konflik dagang Amerika-China. Selain, konflik tarif dan ketidakpastian Brexit yang menekan ekonomi sejumlah negara Eropa.
Sementara, stok minyak mentah bersumber dari Badan Informasi Energi Amerika atau EIA terlihat meningkat 1,6 juta barel, sehingga menjadi 440,5 juta barel.
Akibatnya, minyak jenis brent di London ICE Futures Exchange untuk pengiriman Oktober terkoreksi USD 1,82 atau 3 persen ke level USD 59,48 per barel. Di New York Mercantile Exchange, untuk jenis west texas intermediate atau WTI untuk pengiriman September melemah USD 1,87 (3,3 persen) ke level USD 55,23 per barel.
Penulis : Agus H
