Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui, ada tantangan dalam mewujudkan semangat Pasal 33 UUD 1945.
“Dalam perjalanan mengisi kemerdekaan di sektor energi dan sumber daya mineral, kita dihadapkan pada berbagai tantangan untuk mewujudkan semangat pasal 33 UUD 1945. Berbagai tantangan tersebut, antara lain, eksplorasi dan produksi migas untuk peningkatan penemuan cadangan baru dan reserve replacement ratio (RRR), keterbatasan infrastruktur, belum bergairahnya hilirisasi pertambangan dan belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan.” Pesan Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sambutannya yang dibacakan inspektur upacara.
Sehubungan dengan hal itu, selaras dengan tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 ‘SDM Unggul, Indonesia Jaya’, tercatat pada tahun 2018, lebih dari 98 persen SDM yang bekerja di hulu migas merupakan tenaga kerja nasional. SKK Migas mengedepankan pengembangan tenaga kerja di Indonesia Timur. Salah satunya adalah dengan pelatihan magang teknisi Kilang LNG Tangguh dari anak-anak asli Papua Barat. Program tersebut merupakan upaya pemenuhan komitmen analisis dampak lingkungan KKKS BP Indonesia yang harus memenuhi target 85 persen pekerja Papua dan Papua Barat yang bekerja di Kilang LNG Tangguh pada tahun 2029.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) setiap tahun selalu mengimbau seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menyelenggarakan upacara bendera pada hari nasional di masing-masing kantor wilayah atau lapangan. Pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, pimpinan setingkat manajemen (eselon 1 dan 2) serta kepala divisi (eselon 3) di lingkungan SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertindak sebagai inspektur upacara di 48 lapangan hulu migas yang tersebar dari wilayah Barat hingga Timur Indonesia.
Sementara itu, dua proyek yang telah mulai berproduksi (onstream) di semester I/2019 yaitu Terang Sirasun Batur Fase-2 – KKKS Kangean Energy Indonesia dan Lapangan Seng – KKKS EMP Bentu Ltd. juga menjadi lokasi upacara yang dipimpin oleh pejabat SKK Migas.
Pada semester I/2019, realisasi lifting migas mencapai 1 juta 808 ribu setara barel minyak per hari (boepd) atau 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan rincian lifting minyak 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 1,06 juta boepd. Target APBN sebesar 2 juta boepd diproyeksikan dapat tercapai di akhir tahun mengingat 9 dari 11 proyek akan onstream di semester 2 tahun 2019. Walau angka lifting migas belum mencapai target APBN namun pemanfaatan migas untuk kebutuhan dalam negeri terus meningkat.
Hingga semester I/2019, hampir 90 persen lifting minyak bumi disalurkan ke kilang-kilang dalam negeri. Sedangkan lifting gas bumi telah disalurkan lebih dari 64 persen untuk kebutuhan domestik.
Selain angka lifting, hal penting dalam kegiatan operasional hulu migas adalah ditandai dengan rendahnya angka kecelakaan kerja, melalui nilai Incident Rate (IR). Pencapaian incident rate sektor hulu migas pada tahun 2018 adalah sebesar 0,67 atau mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya sebesar 0,71 dari target yang dicanangkan SKK Migas sebesar 1.
albarsyah
