Jakarta, TopBusiness – Pasukan Houthi Yaman melakukan serangan di ladang minyak Arab Saudi yang berpotensi mengancam pasokan minyak mentah. Akibatnya, harga referensi emas hitam itu terkerek.
Saudi Aramco, yang merupakan produsen sekaligus perusahaan minyak asal Arab Saudi membantah bahwa serangan pesawat tak berawak kelompok Houthi tersebut berpengaruh terhadap kapasitas produksi.
Meski begitu, para pelaku pasar komoditas masih mencari sinyal bahwa negara-negara ekonomi maju akan mengambil keputusan tepat guna menekan perlambatan ekonomi global.
Di bursa komoditas berjangka, London ICE Futures Exchange untuk jenis minyak brent dalam rangka pengiriman September terangkat USD 1,10 atau 1,88 persen ke level USD 59,74 per barel. Sementara, di New York Mercantile Exchange untuk west texas intermediate untuk jangka waktu Agustus meningkat USD 1,34 per barel (2,44 persen) ke posisi USD 56,21.
Penulis : Agus H
