TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kunci Penguatan Daya Saing Manufaktur

Agus Haryanto
23 August 2019 | 13:49
rubrik: Ekonomi
Kunci Penguatan Daya Saing Manufaktur

Jakarta, TopBusiness – Inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan efisiensi proses produksi akan menjadi kunci bagi penguatan daya saing industri manufaktur di Indonesia. Itu dilakukan pemerintah melalui kementerian perindustrian guna mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (22/8), dalam laman kemenperin.go.id, menyatakan bahwa Indonesia mempunyai peta jalan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Itu tertuang dalam making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan Presiden Jokowi pada April 2018. “Jadi, kita sudah punya strategi ke depan dalam menghadapi era digitalisasi. Melalui roadmap tersebut, kita merevitalisasi sektor manufaktur dan membangun ekonomi berbasis inovasi,” tuturnya.

Adapun teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain, berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D Printing, dan Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR). “Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri secara lebih efisien. Sehingga sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II/2019 dengan capaian 19,52 persen (YoY). Adapun tiga sektor yang menopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini, dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,05 persen.

 

Penulis : Agus H

BACA JUGA:   Kementerian ESDM Inventarisir Potensi EBT
Previous Post

Semester I, Laba Bersih Jasa Marga Meningkat

Next Post

Wapres : Renovasi Masjid Istiqlal untuk Mengkinclongkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR